REI Sebut Langkah BI Turunkan Uang Muka KPR Telat

Sabtu, 25 Juni 2016 - 12:31 WIB
REI Sebut Langkah BI...
REI Sebut Langkah BI Turunkan Uang Muka KPR Telat
A A A
BATAM - Realestat Indonesia (REI) menilai langkah Bank Indonesia (BI) untuk mengeluarkan kebijakan makro prudensial melalui pelonggaran loan to value (LTV) uang muka (down payment/DP) kredit perumahan rakyat (KPR) telat. Pasalnya, saat ini kondisi ekonomi Indonesia tengah merosot.

BI baru-baru ini merelaksasi ketentuan rasio LTV dan financing to value (FTV) untuk pembiayaan properti khusus rumah tapak, rumah susun, dan ruko. Uang muka yang harus disetor nasabah untuk membeli rumah KPR turun dari 20% menjadi 15%‎. Ketentuan tersebut baru efektif per Agustus 2016.

(Baca: Uang Muka Kredit Rumah Turun 15% Kurang Nendang)

Ketua Dewan Pengurus Daerah REI Khusus Batam ‎Djaja Roeslim menuturkan, dampak penurunan uang muka kredit pembiayaan rumah tidak akan signifikan terhadap penjualan properti di Tanah Air. Meski, pihaknya tetap mengapresiasi langkah yang diambil BI.

"Saya kira belum ya (dampak kebijakan penurunan LTV perumahan). Terasa tapi tidak signifikan sekali. Agak telat kalau saya bilang," katanya di Marketing Gallery Orchard Park Batam, Batam, Jumat (24/6/2016) malam.

Dia menilai, seharusnya penurunan DP perumahan dilakukan sejak tahun lalu. Karena, saat itu ekonomi Indonesia belum terlalu merosot seperti sekarang ini.

"Harusnya tahun lalu dilepas ya. Cuma kita tetap apresiasi. Waktu ekonomi belum terlalu terpuruk. Sekarang sudah begini, mau dikasih 15% pun masih kurang. Ada (peningkatan) tapi daya beli tidak serta merta meningkat luar biasa," imbuhnya.

Menurutnya, jika BI menurunkan uang muka kredit perumahan menjadi 10% baru akan banyak membantu meningkatkan daya beli masyarakat. Meskipun ekonomi merosot, namun efeknya terhadap penjualan perumahan jauh lebih terasa.

"Dia buat 10% mungkin akan lebih besar dampaknya. Tapi kalau diturunin sedikit-sedikit jadi kayak orang kehabisan napas, saat ini kan dikasihnya sedikit-sedikit lama pulihnya," tandas Djaja.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jangan Salah Pilih!...
Jangan Salah Pilih! Pemulihan Sektor Properti Butuh Sosok Berpengalaman
Simak 6 Tips Ini Agar...
Simak 6 Tips Ini Agar Pengajuan KPR Lancar Jaya
Investasi Properti Masih...
Investasi Properti Masih Tinggi, Bekasi & Depok Jadi Primadona
Tahun 2022 Diramal Jadi...
Tahun 2022 Diramal Jadi Kebangkitan Sektor Properti, J Trust Bank Siap Layani KPR
Beli Rumah Baru Bakal...
Beli Rumah Baru Bakal Bebas Biaya KPR Jadi Angin Segar Sektor Properti
Kebal Corona, Rumah...
Kebal Corona, Rumah Tipe Ini Tetap Laris Manis Dikeroyok Pembeli
Berita Terkini
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
21 menit yang lalu
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
41 menit yang lalu
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
1 jam yang lalu
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
2 jam yang lalu
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved