alexa snippet

IHSG Berakhir Terkapar saat Bursa Asia Mayoritas Menguat

IHSG Berakhir Terkapar saat Bursa Asia Mayoritas Menguat
IHSG pada perdagangan hari ini tidak mampu bertahan di zona hijau alias melemah hingga 20,76 poin atau 0,38% ke level 5.409,29. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tidak mampu bertahan di zona hijau alias melemah hingga 20,76 poin atau 0,38% ke level 5.409,29. Penguatan IHSG sore ini di tengah mayoritas menguatnya bursa saham Asia.

Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG  dibuka menguat sebesar  11,81 poin atau 0,22% ke level 5.441,86 dan pada sesi siang balik melemah 12,53 poin atau 0,23% ke level 5.417,52. Sedangkan kemarin bursa saham Tanah Air ditutup menghijau ke level 5.430,05 dengan penguatan sebesar 0,36% atau setara dengan 19,74 poin.

Di sisi lain sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore hari ini mayoritas melemah dipimpin sektor aneka industri yang melemah 1,20% dan sektor yang menguat tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 1,99%.

Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,46 triliun dengan 14,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp64,45 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,94 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 107 saham menguat, 201 saham melemah dan 95 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp190 menjadi Rp4.690, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik Rp160 menjadi Rp1.295, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp100 menjadi Rp66.275.

Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) turun Rp900 menjadi Rp8.100, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp100 menjadi Rp8.375, dan PT BISI International Tbk (BISI) melemah Rp70 menjadi Rp1.940.

Dilansir CNBC, Rabu (19/10/2016), bursa saham Asia mayoritas menguat, menyusul data yang menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh sesuai harapan untuk kuartal Juli-September. Angka yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional China menunjukkan kuartal ketiga produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 6,7% pada tahun ini dan 1,8% pada kuartal tiga.

"Pertumbuhan tidak lagi menjadi perhatian utama, karena hiruk-pikuk properti menduduki agenda pemerintah," kata Raymond Yeung, kepala ekonom dari Greater China ANZ, dalam sebuah catatannya.

Dia menambahkan, tidak tertutup kemungkinan China akan aachieve target 2016 pertumbuhan pemerintah sebesar 6,5% sampai 7%. "Pemerintah sekarang akan fokus pada pengurangan kapasitas dan deleveraging perusahaan," tambahnya.

Di antara data lain yang dirilis Rabu, investasi aset tetap China meningkat 8,2% pada periode Januari-September, penjualan ritel naik 10,7% pada September dan produksi industri meningkat 6,1% pada September. Pasar ekuitas Cina sedikit bereaksi. Di mana, komposit Shanghai tercatat mendatar dan komposit Shenzhen tergelincir 0,18%.

dibaca 2.550x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top