alexa snippet

Ingin Tumbuh 12% di 2017, Smailing Tour Lahirkan Dua Anak Usaha Baru

Ingin Tumbuh 12% di 2017, Smailing Tour Lahirkan Dua Anak Usaha Baru
Smailing Tour merayakan hari jadi ke-40 dan membidik target 12% pada tahun depan dengan menghadirkan dua anak usaha. Foto/SINDOnews/Muh Iqbal Marsyaf
A+ A-
JAKARTA - Perekonomian dunia masih belum pulih tapi pelaku usaha pariwisata meyakini tahun depan bisnis perjalanan wisata di Indonesia akan tetap tumbuh. Alasannya sederhana, pada 2017 diprediksi tidak ada isu signifikan yang berpotensi mengganggu bisnis industri jasa pariwisata.

"Saya yakin tahun 2017 bakal terjadi pertumbuhan pariwisata, walau perekonomian dunia belum pulih. Saya melihat tidak ada isu berarti yang mampu mengganggu bisnis wisata. Dan negara lain juga aman," ungkap Presiden & CEO Smailing Tour, Anthony Akili saat peringatan "40 Tahun Perjalanan Smailing Tour” di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Berdasarkan asumsi dan keyakinan tersebut, Smailing Tour menargetkan mampu mencapai pertumbuhan 10%-12% pada 2017. Akili yakin target ini bisa dicapai lantaran bisnis pariwisata hingga November 2016, tumbuh sampai 9,5%. Sedangkan pertumbuhan industri travel sendiri hanya 3%-4%.

Sehingga diperkirakan hingga akhir tahun diperkirakan pertumbuhan bisnis akan mencapai 10%. "Untuk bisnis pada tahun ini, khususnya industri pariwisata sangat berat untuk mendapatkan devisa. Sebab banyak industri yang mengalami kesulitan akibat dunia bergejolak. Namun Smailing Tour masih mengalami pertumbuhan di atas pertumbuhan industri pariwisata," katanya.

Salah satu strategi Smailing Tour yang akan dilakukan pada tahun depan ialah membidik wisatawan mancanegara (wisman). Mereka akan diarahkan ke 10 destinasi utama Indonesia seperti yang digaungkan pemeritah. Yaitu, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Candi Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Pulau Morotai.

"Misalnya wisman dari Eropa dibidik dengan penerbangan Etihad yang kemudian diteruskan ke destinasi unggulan pemerintah," paparnya.

Ditanya wisman China, Akili mengutarakan, khusus dari China, pasarnya sangat luas dan ada beberapa kriteria. "Misalnya grup-grup yang maunya murah meriah wajib ditangani secara khusus. Serta ada juga wisman secara individu atau keluarga, yang penanganannya sederhana," tandasnya.

Dikatakannya, saat ini Smailing Tour membidik wisman secara individu atau keluarga. Wisman yang menjadi pelanggan Smailing Tour dari Negeri Tirai Bambu yang datang ke Indonesia mencapai 30.000 orang per tahun. "Memang wismannya sedikit karena yang dibidik wisman individu atau keluarga, bukan wisman rombongan," katanya lagi.

Dalam rangka peringatan HUT ke-40 tahun, Smailing Tour mempersembahkan layanan “Smailing Platinum” bagi para pelanggan setianya. Smailing Platinum merupakan membership program yang dirancang khusus bagi para pelanggan setia dengan tujuan memberikan berbagai kemudahan dan kenyamanan pada saat melakukan perjalanan.

"Kami bekerja sama dan mendapat dukungan penuh dari The Platinum Card® persembahan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan American Express,” tuturnya.

dibaca 4.432x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top