Suspensi Dibuka, Saham BW Plantation Terkerek

Selasa, 30 September 2014 - 10:29 WIB
Suspensi Dibuka, Saham...
Suspensi Dibuka, Saham BW Plantation Terkerek
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indoensia (BEI) membuka penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT BW Plantation Tbk (BWPT). Dibukanya sanksi tersebut mengerek harga saham perseroan.

"Suspensi atas perdagangan saham BWPT di pasar reguler dan tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I hari ini," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Selasa (30/9/2014).

Dengan dibukanya suspensi tersebut, harga saham emiten perkebunan itu menguat 10 poin menjadi Rp470 per lembar. Selanjutnya pada pukul 10.25 WIB, harga saham perseroan kembali menguat 60 poin atau 13,04% menjadi Rp520 per lembar dibanding sebelumnya Rp460 per lembar.

Sekedar mengingatkan, BEI kemarin melakukan suspensi terhadap saham BWPT lantaran anjloknya harga kumulatif saham perseroan secara signifikan pasca mengumumkan akan melakukan rights issue.

Saham BWPT mengalami penurunan sebesar Rp495 atau 51,83% dari harga Rp955 pada 16 September menjadi Rp460 pada 26 September 2014. (Baca: Anjlok 51,83%, Saham BW Plantation Disuspensi)

Selain membuka suspensi BWPT, BEI hari ini melakukan suspensi terhadap efek PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) terkait penundaan pembayaran bunga dan fee Ijarah ke-12 Obligasi dan SBJM Syariah Ijarah APOL II Tahun 2008.

"Bursa memutuskan melakukan suspensi efek saham dan obligasi APOL di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan hari ini hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2 BEI Umi Kulsum.

Karena itu, Bursa meminta kepada sejumlah pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, khususnya berhubungan dengan pembayaran utangnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham Emiten Erick Thohir & Bank QNB
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham TIFA, Siap-siap Trading!
Telat Bayar Iuran Tahunan,...
Telat Bayar Iuran Tahunan, BEI Gembok 43 Emiten Saham
Penyebab Saham CDIA...
Penyebab Saham CDIA Digembok Bursa, Harganya Melonjak Tak Wajar usai IPO
Disuspensi Bursa, Ini...
Disuspensi Bursa, Ini Tanggapan Itama Ranoraya
Gokil! 10 Perusahaan...
Gokil! 10 Perusahaan Ini Dipasung BEI Lebih dari Setahun
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
1 jam yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
2 jam yang lalu
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
2 jam yang lalu
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
3 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved