Tegal Siap Tampung Relokasi Industri dari Jabodetabek
Selasa, 12 Mei 2015 - 21:21 WIB
Tegal Siap Tampung Relokasi Industri dari Jabodetabek
A
A
A
TEGAL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah (Jateng) siap menampung pengusaha yang berniat merelokasi usahanya dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Tegal Bambang Setiono mengatakan, wilayah Kabupaten Tegal dapat menjadi tujuan atau lokasi bagi investor ataupun pengusaha yang akan merelokasi usahanya dari wilayah Jabodetabek. Salah satunya karena wilayahnya di lalui jalur nasional Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Cilacap, serta jalur ganda (double track) kereta api.
"UMR (upah minimum regional) sebesar Rp1.155.00 juga lebih rendah. Makanya kami undang investor maupun pengusaha untuk menanamkan modal di Kabupaten Tegal," kata Bambang, Tegal, Selasa (11/5/2015).
Bambang mengungkapkan, peluang investasi di Kabupaten Tegal masih terbuka luas karena terdapat sejumlah kawasan industri terpadu yang dibangun mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal No 10/2012 tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tegal 2012-2032.
Di wilayah selatan kawasan industri terletak di Kecamatan Margasari dengan luas 348,45 hektare. Sedangkan di wilayah pantai utara (pantura) terletak di Kecamatan Kramat (471,27 hektare), Kecamatan Suradadi (105,14 hektare), dan Kecamatan Warureja (289,78 hektare).
"Studi kelayakan zona-zona industri itu sudah dibuat di wilayah yang sesuai peruntukkannya," ujar dia.
Selain pengembangan kawasan industri, sejumlah peluang investasi yang belum dimanfaatkan calon investor di antaranya industri berteknologi tinggi (padat modal) yang sebagian besar bahan bakunya masih diimpor, seperti industri perakitan alat berat, sepeda motor dan mobil, serta karoseri mobil.
Selain itu, kegiatan perdagangan dan usaha ritel skala besar dan agen penjualan barang-barang impor. Pemkab berupaya menggenjot jumlah investor yang menanamkan modalnya melalui investasi di bidang industri tahun ini. Sejauh ini jumlah investasi yang sudah masuk baru mencapai 27% dari target.
Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD 2014-2015, jumlah penanaman modal asing (PMA) yang diharapkan masuk ke Kabupaten Tegal sebanyak tiga perusahaan dengan nilai investasi Rp41 miliar.
"Sedangkan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) ditargetkan sebanyak 3.050 perusahaan akan masuk dengan nilai investasi mencapai Rp774,76 miliar dan mampu menyerap 16.250 orang tenaga kerja," papar Bambang.
Menurutnya, sampai triwulan pertama 2015, jumlah investor yang sudah masuk mencapai 706 pengusaha dengan nilai investasi mencapai Rp144,98 miliar dan mampu menyerap 3.626 tenaga kerja. "Sudah mencapai 27% dari target. Tahun ini kita targetkan jangan sampai ada penurunan seperti tahun lalu," tandas Bambang.
Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Tegal Bambang Setiono mengatakan, wilayah Kabupaten Tegal dapat menjadi tujuan atau lokasi bagi investor ataupun pengusaha yang akan merelokasi usahanya dari wilayah Jabodetabek. Salah satunya karena wilayahnya di lalui jalur nasional Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Cilacap, serta jalur ganda (double track) kereta api.
"UMR (upah minimum regional) sebesar Rp1.155.00 juga lebih rendah. Makanya kami undang investor maupun pengusaha untuk menanamkan modal di Kabupaten Tegal," kata Bambang, Tegal, Selasa (11/5/2015).
Bambang mengungkapkan, peluang investasi di Kabupaten Tegal masih terbuka luas karena terdapat sejumlah kawasan industri terpadu yang dibangun mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tegal No 10/2012 tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tegal 2012-2032.
Di wilayah selatan kawasan industri terletak di Kecamatan Margasari dengan luas 348,45 hektare. Sedangkan di wilayah pantai utara (pantura) terletak di Kecamatan Kramat (471,27 hektare), Kecamatan Suradadi (105,14 hektare), dan Kecamatan Warureja (289,78 hektare).
"Studi kelayakan zona-zona industri itu sudah dibuat di wilayah yang sesuai peruntukkannya," ujar dia.
Selain pengembangan kawasan industri, sejumlah peluang investasi yang belum dimanfaatkan calon investor di antaranya industri berteknologi tinggi (padat modal) yang sebagian besar bahan bakunya masih diimpor, seperti industri perakitan alat berat, sepeda motor dan mobil, serta karoseri mobil.
Selain itu, kegiatan perdagangan dan usaha ritel skala besar dan agen penjualan barang-barang impor. Pemkab berupaya menggenjot jumlah investor yang menanamkan modalnya melalui investasi di bidang industri tahun ini. Sejauh ini jumlah investasi yang sudah masuk baru mencapai 27% dari target.
Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD 2014-2015, jumlah penanaman modal asing (PMA) yang diharapkan masuk ke Kabupaten Tegal sebanyak tiga perusahaan dengan nilai investasi Rp41 miliar.
"Sedangkan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) ditargetkan sebanyak 3.050 perusahaan akan masuk dengan nilai investasi mencapai Rp774,76 miliar dan mampu menyerap 16.250 orang tenaga kerja," papar Bambang.
Menurutnya, sampai triwulan pertama 2015, jumlah investor yang sudah masuk mencapai 706 pengusaha dengan nilai investasi mencapai Rp144,98 miliar dan mampu menyerap 3.626 tenaga kerja. "Sudah mencapai 27% dari target. Tahun ini kita targetkan jangan sampai ada penurunan seperti tahun lalu," tandas Bambang.
(izz)
Lihat Juga :