Dominasi Faktor Global Bikin Koreksi Rupiah Berlanjut
Selasa, 12 Mei 2015 - 16:58 WIB
Dominasi Faktor Global Bikin Koreksi Rupiah Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup lanjutkan koreksi karena sentimen global. Pelemahan ini di tengah menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp13.200/USD, dengan kisaran harian Rp13.160-Rp13.236/USD. Posisi tersebut melemah 57 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp13.143/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.194/USD. Posisi rupiah terkoreksi 39 poin dari sebelumnya di level Rp13.155/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.173/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.155/USD dan terlemah di level Rp13.220/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.203/USD. Posisi ini memburuk 87 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.116/USD.
Riset dan analis BNI Trian Fatria mengatakan, kembali terkoreksinya rupiah karena dominasi faktor global.
"Menguatnya USD terhadap mata uang utama dunia lainnya terimbas meningkatnya harapan pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed kembali mengemuka pasca rislis data tenaga kerja yang semakin solid," kata dia, Selasa (12/5/2015).
Selain itu, negara-negara lain menerapkan kebijakan suku bunga rendah, sehingga permintaan USD di pasar global meningkat dan membatasi ruang gerak rupiah pada sesi perdagangan hari ini.
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona hijau didukung melonjaknya sektor perkebunan. IHSG menguat 33,13 poin atau 0,64% ke level 5.205,61.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp13.200/USD, dengan kisaran harian Rp13.160-Rp13.236/USD. Posisi tersebut melemah 57 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp13.143/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.194/USD. Posisi rupiah terkoreksi 39 poin dari sebelumnya di level Rp13.155/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.173/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp13.155/USD dan terlemah di level Rp13.220/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.203/USD. Posisi ini memburuk 87 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.116/USD.
Riset dan analis BNI Trian Fatria mengatakan, kembali terkoreksinya rupiah karena dominasi faktor global.
"Menguatnya USD terhadap mata uang utama dunia lainnya terimbas meningkatnya harapan pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed kembali mengemuka pasca rislis data tenaga kerja yang semakin solid," kata dia, Selasa (12/5/2015).
Selain itu, negara-negara lain menerapkan kebijakan suku bunga rendah, sehingga permintaan USD di pasar global meningkat dan membatasi ruang gerak rupiah pada sesi perdagangan hari ini.
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona hijau didukung melonjaknya sektor perkebunan. IHSG menguat 33,13 poin atau 0,64% ke level 5.205,61.
(rna)