Shell Mulai Eksplorasi Minyak Arktik

Rabu, 13 Mei 2015 - 09:50 WIB
Shell Mulai Eksplorasi...
Shell Mulai Eksplorasi Minyak Arktik
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyetujui Shell mengebor minyak dan gas di Arktik dengan sejumlah syarat.

Izin tetap diberikan meski mendapat penolakan dari berbagai kelompok lingkungan. Keputusan oleh Biro Manajemen Energi Laut (BOEM) pada Shell untuk mengeksplorasi Laut Chukchi itu diberikan selama perusahaan itu mendapat izin dari sejumlah lembaga yang mengatur kesehatan habitat laut dan lingkungan.

”Kami telah mempertimbangkan dengan mendalam kemungkinan eksplorasi di Laut Chukchi. Ke depan setiap aktivitas eksploitasi lepas pantai akan terus diawasi dengan standar keamanan ketat,” papar Direktur BOEM Abigail Ross Hopper, dikutip kantor berita AFP .

Sejumlah kelompok lingkungan menolak pengeboran minyak di Arktik karena risiko terhadap hewan-hewan yang sedang menghadapi masalah pencairan es laut dan risiko tumpahan minyak di kawasan itu. ”Sekali lagi, pemerintahan kita terburu-buru menyetujui eksplorasi berisiko di salah satu lokasi paling terpencil dan penting di Bumi,” sebut Deputi Wakil Presiden Oceana Susan Murray.

Pada April 2010, eksplorasi Deepwater Horizon, BP, di Teluk Meksiko, menewaskan 11 orang dan menumpahkan minyak 4,9 juta barel ke laut. Shell telah menunda pengeboran minyak di Arktik Alaskan pada 2013 setelah beberapa masalah di dua anjungan (rig ). Satu anjungan, Kulluk, terhempas ke pantai setelah terlepas dari kapal penarik di bagian selatan Alaska pada Januari.

Anjungan lainnya, Noble Discoverer, disebut oleh Penjaga Pantai AS untuk sejumlah masalah operasional dan keamanan. Kedua rig itu dikirim ke Asia untuk perbaikan dan perawatan. Juru bicara Shell, Curtis Smith, menjelaskan, perubahan rencana untuk eksplorasi Laut Chukchi merupakan langkah penting dan sinyal kepercayaan regulator pada rencana perusahaan.

Dia menambahkan, operasional akan dijadwalkan mulai musim panas ini apabila semua proses berjalan lancar. Meski Shell telah mendapat semua izin yang diperlukan, perusahaan itu tetap harus menghadapi beberapa kendala. Pekan lalu Kota Seattle menetapkan bahwa Shell harus meminta izin untuk menggunakan pelabuhan di kota itu sebagai pusat untuk rig pengeboran yang menuju Arktik.

Pekan lalu BG Group menyatakan tetap senang dengan tawaran akuisisi dari Shell sebesar USD70 miliar meski kenaikan harga minyak saat ini membuat perusahaan meningkatkan proyeksi laba untuk gas alam cair (LNG).

Kenaikan hampir 20% pada harga minyak sejak Shell mengajukan penawaran akuisisi untuk BG pada 8 April telah meningkatkan kekhawatiran bahwa para investor mungkin mempertanyakan nilai akuisisi dan mendesak Shell agar segera menyelesaikan kesepakatan secepat mungkin. ”Tidak ada perubahan pada pendapat kami tentang tawaran itu,” kata Chief Executive Officer (CEO) BG Helge Lund.

Kenaikan harga minyak saat ini meningkatkan outlook BG untuk harga LNG dan membuat perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan LNG tahun ini menjadi USD1,3-1,5 miliar dari proyeksi sebelumnya USD0,7-1 miliar.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved