Garuda Roadshow Global Bond di Tiga Benua

Selasa, 19 Mei 2015 - 03:26 WIB
Garuda Roadshow Global...
Garuda Roadshow Global Bond di Tiga Benua
A A A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) pada 19-26 Mei 2015 akan melaksanakan roadshow penerbitan sukuk global sebesar USD500 juta di tiga benua.

VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan pelaksanaan roadshow tersebut sesuai persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Mei 2015 untuk melaksanakan penerbitan sukuk global sebesar USD500 juta.

"Pelaksanakan roadshow penerbitan sukuk global dilakukan di Abu Dhabi, Dubai (Uni Emirat Arab), lalu Hong Kong, Singapore, Zurich (Swiss), dan London (United Kingdom)," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (18/5/2015).

Perseroan telah menunjuk National Bank of Abu Dhabi PJSC (NBAD) sebagai Sole Global Coordinator, Dubai Islamic Bank PJSC, bersama-sama dengan NBAD bertindak sebagai Joint Structuring Banks, Al Hilal Bank PJSC, Australia and New Zealand Banking Group Limited.

Kemudian, Deutsche Bank AG Singapore Branch, Emirates NBD Capital Limited, First Gulf Bank PJSC, Maybank Investment Bank Berhad, Noor Bank PJSC, QInvest LLC, Standard Chartered Bank, Warba Bank bersama-sama dengan Joint Structuring Banks bertindak sebagai Joint Lead Managers sekaligus Joint Bookrunners.

Selain itu, PT BNI Securities, PT Trimegah Securities Tbk dan PT Mega Capital Indonesia yang bertindak sebagai Co-Managers untuk menyelenggarakan pertemuan dengan para investor potensial di kota-kota tersebut selama pelaksanaan roadshow.

Roadshow akan dilaksanakan di Abu Dhabi dan Dubai pada 19 Mei 2015, dilanjutkan dengan Hong kong pada 20 Mei 2015, Singapura pada 21 Mei 2015, Zurich pada 22 Mei 2015, dan London pada 26 Mei 2015.

"Penerbitan sukuk global senilai USD500 juta oleh Garuda ini merupakan global sukuk berdenominasi USD pertama yang dikeluarkan satu korporasi di Indonesia, dan untuk perseroan penerbitan ini ditujukan untuk reprofiling utang jangka pendek yang jatuh tempo pada 2015 dan 2016 menjadi lebih panjang yakni 5 tahun," tuturnya.

Manajemen baru Garuda yang ditunjuk pada 12 Desember 2014 melaksanakan program Quick Wins sebagai strategi jangka pendek untuk menghadapi kondisi industri penerbangan domestik dan global yang dewasa ini sedang mengalami turbulensi akibat kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta aspek persaingan pasar yang ketat.

Atas keberhasilan perusahaan melaksanakan program Quick Wins dan berbagai langkah efisiensi, pada periode kuartal I/2015 ini Garuda berhasil membukukan keuntungan bersih (net profit) sebesar USD12,4 juta, dengan peningkatan sebesar 107,5% dibanding tahun lalu di mana perseroan mengalami kerugian sebesar USD166,2 juta.

Pada kuartal I/2015, Garuda berhasil meraih pendapatan (operating revenue) sebesar USD927,3 juta, meningkat sebesar 13,4% dibanding periode sama 2014 yang sebesar USD817,4 juta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Mampu Bayar Hutang,...
Tak Mampu Bayar Hutang, PT Garuda Indonesia Bangkrut
Intip 5 Siasat Garuda...
Intip 5 Siasat Garuda Indonesia Saat Beban Utang Terus Membengkak
Menakar Skema Penyelamatan...
Menakar Skema Penyelamatan Garuda Indonesia di Tengah Lilitan Utang Jumbo
Sanggupkah Garuda Indonesia...
Sanggupkah Garuda Indonesia Selamat, Ini Kata Dirutnya!
Dirut Garuda Indonesia...
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra: Garuda Siap Mengembalikan Kepercayaan Publik
Selamatkan Garuda Indonesia,...
Selamatkan Garuda Indonesia, Pengamat Penerbangan Minta Semua Pihak Satu Bahasa
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved