Ekspor Jepang Melonjak Lampaui Perkiraan

Senin, 25 Mei 2015 - 11:08 WIB
Ekspor Jepang Melonjak...
Ekspor Jepang Melonjak Lampaui Perkiraan
A A A
TOKYO - Ekspor April Jepang melonjak 8,0% dari tahun sebelumnya, melampaui perkiraan sebesar 6,4%, menunjukkan pemulihan bertahap pada permintaan luar negeri.

Namun impor turun lebih dari yang diharapkan menjadi 4,2% , dibandingkan dengan ekspektasi sebesar 1,5%.

Akibatnya neraca perdagangan mengalami defisit sebesar 53,4 miliar yen atau setara USD439,3 miliar, dibandingkan estimasi sebesar 318,9 miliar yen. Pada Maret, neraca perdagangan mengalami surplus pertama sejak Juni 2012.

Setelah rilis data perdagangan, nilai tukar yen terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diperdagangkan tidak berubah, pada level 121,55. Sementara bursa Nikkei dibuka mencapai level tertinggi baru dalam 15 tahun terakhir.

Rilis ini setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan target inflasi Bank of Japan (BOJ) sebesar 2% terlalu optimistis. IMF juga mendesak Jepang mempercepat upaya reformasi fiskal dan bukan mengandalkan koreksi yen.

Bank Sentral Jepang (BOJ) mengejar target inflasi 2% pada September 2016. Indeks harga konsumen inti Jepang (CPI) untuk Maret naik 2,2% dari tahun sebelumnya, tetapi tidak termasuk efek dari kenaikan pajak penjualan konsumsi pada April 2014, dan indeks harga konsumen (CPI) naik 0,2%.

"Angka ekspor memperkuat pandangan kami bahwa komponen pertumbuhan Jepang mulai membaik. Proses reformasi struktural jelas akan sulit dan lambat, tapi kami memperkirakan bahwa ekspor akan 33% dari pertumbuhan Jepang (dari saat ini 29%) hingga 2019," kata Direktur Macquarie Private Wealth Martin Lakos seperti dikutip dari CNBC, Senin (25/5/2015).

Fokus saat ini apakah dalam waktu dekat Jepang akan kembali ke defisit perdagangan secara permanen. Sementara pada Maret, Jepang mencatat surplus perdagangan pertama dalam tiga tahun.

Sementara itu, ekonomi Jepang terus pulih dari resesi dipicu oleh kenaikan pajak konsumsi di April 2014. Rabu lalu, data pemerintah menunjukkan bahwa ekonomi Jepang tumbuh pada laju tercepat dalam setahun.

Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 2,4% pada kuartal sebelumnya, mengalahkan konsensus ekonom seebsar 1,5%. Secara kuartalan, PDB tumbuh 0,6% dalam tiga bulan pertama tahun ini. Sedangkan pada kuartal IV tahun lalu, ekonomi tumbuh 1,5%.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
56 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved