Pemerintah Diminta Dorong Sektor Industri

Selasa, 26 Mei 2015 - 13:00 WIB
Pemerintah Diminta Dorong...
Pemerintah Diminta Dorong Sektor Industri
A A A
JAKARTA - Jaringan Nasional (Japnas) meminta pemerintah terus mendorong industry dalam negeri untuk menguasai sektorsektor yang menyangkut harkat hidup orang banyak.

Japnas juga mengajak seluruh stakeholder perekonomian Indonesia untuk saling bahu-membahu mendorong perubahan paradigma dari bangsa penjual menjadi bangsa produsen. Menurut Founder Japnas Bayu Priawan, pemerintah harui gencar mendorong sektor industri dalam negeri, terutama pengusaha lokal, agar mampu bersaing dengan pengusaha asing yang menjalankan bisnis di Indonesia.

”Pemerintah juga perlu membuat inkubator bisnis yang mampu membantu meningkatkan daya saing industri dalam menghadapi kiprah perusahaan asing di Tanah Air,” kata Bayu, saat acara Dialog Ekonomi Publik Indonesia Berdikari, di Balai Kartini, Jakarta, kemarin. Bayu menambahkan, sinergi antara dunia ekonomi dan politik juga sangat diperlukan.

Pemerintah juga harus menerbitkan produk undang-undang (UU) berbasis politik kesejahteraan yang konkret bagi masyarakat. ”Bangsa Indonesia bisa mewujudkan paradigma Indonesia berdikari, kemandirian bangsa Indonesia di bidang ekonomi,” katanya. Japnas merupakan organisasi independen yang berkomitmen untuk memajukan serta menyejahterakan bangsa Indonesia.

Bayu menuturkan, akses permodalan yang berbelit, birokrasi lama, tidak transparan dari sisi pengambilan keputusan, akan sangat merugikan para pengusaha. Dia mencontohkan pengusaha tambang yang harus mengurus 61 izin. ”Itu lahan sendiri, tapi izinnya berbelit sampai menembus 61 izin.

Belum industri yang lain,” katanya. Bayumengungkapkan, peran pengusaha lokal kepada perekonomian juga memiliki kontribusi yang cukup baik. Namun, pengusaha lokal sering sekali ditempatkan dalam situasi corner atau pojok, yang harus bertahan menghadapi regulasi dan perkembangan ekonomi global.

Anton c
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
11 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
40 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved