Bahan Baku Obat di Indonesia 90% Masih Impor

Kamis, 28 Mei 2015 - 03:06 WIB
Bahan Baku Obat di Indonesia...
Bahan Baku Obat di Indonesia 90% Masih Impor
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui industri farmasi Indonesia masih ketergantungan bahan baku obat dari luar negeri dengan 90% impor. Bahkan, nilai impor pada 2014 lebih besar dari nilai ekspor 6,68% atau total sebesar USD900 juta.

"Tahun 2013 nilai ekspor USD532 juta tumbuh 16,98% dari 2012. Meskipun demikian farmasi masih dikuasai produk impor, nilai impor lebih besar dari nilai ekspor. Ini tantangan bagi kita semua terhadap bahan baku masih impor," ujar Menperin Saleh Husin saat meresmikan perluasan pabrik Bayer di Cimanggis, Depok, Rabu (27/5/2015).

Dia menuturkan, pemerintah berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif baik sektor hulu dan sektor hilir agar tetap bergairah. Sehingga industri dalam negeri tetap miliki daya saing dan industri farmasi menjadi tuan rumah.

"Liberalisasi meningkat dari tahun ke tahun, menjelang pasar bebas ASEAN dengan peluang industri dalam negeri kembangkan pasar ekspor. Dorong transfer teknologi dan inovasi produk," tegasnya.

Triwulan I, kata Saleh, industri farmasi tumbuh 9,1%. Hal itu ditopaang dengan kebutuhan dalam negeri yang cukup banyak, serta berbagai inovasi dilakukan sehingga buying makin tinggi.

"Bahan baku kita kebanyakan impor. Oleh sebab itu kami berkoordinasi dengan kementerian lain agar bahan baku impor dikurangi secara perlahan, dan riset terus dilakukan," jelasnya.

Saleh menambahkan, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memudahkan akses dan memunculkan tantangan baru dengan meningkatnya arus barang jasa. Industri farmasi bisa menjadi industri andalan dan berperan menjadi industri utama perekonomian di masa mendatang.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenperin Dorong Kemandirian...
Kemenperin Dorong Kemandirian Industri Farmasi di Tengah Pandemi
90% Kebutuhan Obat Nasional...
90% Kebutuhan Obat Nasional Mampu Dipenuhi Industri Farmasi Dalam Negeri
Kunci Kemandirian Industri...
Kunci Kemandirian Industri Farmasi, Penghitungan Kandungan Dalam Negeri Diubah
Pertajam Taji Industri...
Pertajam Taji Industri Farmasi dan Alat Kesehatan
Membangun Kemandirian...
Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Saat Pandemi
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
4 menit yang lalu
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
8 menit yang lalu
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
34 menit yang lalu
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
4 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved