Ekonomi Terkontraksi, Wall Street Ditutup Terkoreksi

Sabtu, 30 Mei 2015 - 10:41 WIB
Ekonomi Terkontraksi,...
Ekonomi Terkontraksi, Wall Street Ditutup Terkoreksi
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada Jumat waktu setempat ditutup terkoreksi karena data menunjukkan ekonomi mengalami kontraksi pada kuartal I tahun ini.

Saham sektor transportasi menekan pasar, memperpanjang penurunan baru-baru ini. Sektor transportasi di indeks Dow Jones (DJT) turun 0,8%.

Sementara data menunjukkan ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami kontraksi 0,7% pada kuartal I dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, perubahan signifikan dari sebelumnya diproyeksi tumbuh 0,2%.

Selain itu, lemahnya aktivitas manufaktur di Midwest dan sentimen konsumen pada Mei menunjukkan bahwa pertumbuhan berjalan moderat pada awal kuartal II ini.

"Kami memiliki beberapa data yang lemah, tapi di akhir bulan Mei, yang kadang-kadang disebebakan aksi jual, ditambah ini akhir pekan dan kekhawatiran Yunani masih membayangi pasar," kata Kepala Ekonom Pasar di Rockwell Global Capital Peter Cardillo seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (30/5/2015).

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 115,44 poin atau 0,64% ke 18.010,68; indeks S&P 500 kehilangan 13,4 poin, atau 0,63% ke 2.107,39; dan Nasdaq Composite turun 27,95 poin atau 0,55% ke 5.070,03.

Sepanjang bulan ini, Dow telah naik 1%, S&P 500 naik 1,1% dan Nasdaq naik 2,6%. Sekitar 7 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di atas rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 6,1 miliar lembar saham.

(Baca: Ekonomi AS Kuartal I/2015 Terkontraksi)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
26 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
43 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved