Solusi Tunas Lakukan Hedging Rp8,18 Triliun

Rabu, 03 Juni 2015 - 10:54 WIB
Solusi Tunas Lakukan...
Solusi Tunas Lakukan Hedging Rp8,18 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) hingga kuartal I/2015 melakukan transaksi lindung nilai (hedging) terhadap total utang sebesar Rp8,18 triliun.

Direktur Solusi Tunas Pratama Juliawati Gunawan mengatakan, aksi korporasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi gejolak mata uang valuta asing dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. ”Hingga kuartal I utang bruto kami yang dilindungi dengan mekanisme lindung nilai adalah Rp8,18 triliun, sementara kas dan setara kas sebesar Rp1,08 triliun,” kata Juliawati dalam keterangan rilisnya kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, rincian utang tersebut sebanyak USD315 juta untuk term loan facility awal dengan bunga LIBOR plus 3,00-3,20% per tahun. Sementara, jatuh tempo utang yaitu pada 8 Desember 2019. Emiten menara telekomunikasi ini juga melakukan lindung nilai terhadap utang sebesar USD10 juta untuk revolving credit facility ditambah Rp530 miliar untuk revolving credit facility.

”Penggunaan term loan facility sebesar USD315 untuk membayar sisa pinjaman USD350 juta dari bridge facility yang jatuh tempo 8 Juni 2015. Sementara, saldo USD35 juta akan dibayar dengan uang tunai kami,” lanjutnya. Hingga kuartal I/2015, perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp1,51 triliun, dengan utang bersih untuk rasio EBITDA adalah sekitar 4,7x.

Menurutnya, perseroan mampu mempertahankan gearing pada tingkat yang nyaman, mengingat arus kas yang kuat dari bisnis perusahaan. ”Kami yakin bahwa normalisasi jangka panjang gearing sekitar 3,5x adalah hal yang memungkinkan dan dapat berkelanjutan,” tandasnya. Ke depan, menurut Juliawati, perseroan akan terus fokus pada pendekatan bersinergi dengan memperluas rasio tenancy melalui co-locations yang terdapat pada portofolio saat ini.

Sementara, Presiden Direktur solusi Tunas Pratama Nobel Tanihata menambahkan, perseroan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp30,54 miliar di kuartal I 2015. Angka itu mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibanding perolehan laba sebesar Rp42,80 miliar di kuartal I/2014.

Meski laba perseroan mengalami penurunan di awal tahun ini, tapi posisi pendapatan SUPR masih tetap tumbuh 79% menjadi Rp438,54 miliar di kuartal I 2015, dari posisi pendapatan sebesar Rp245,06 miliar di kuartal I/2014.

Heru febrianto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
14 menit yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
29 menit yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
54 menit yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
1 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
1 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
1 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved