Koreksi IHSG Berpotensi Mereda, Lirik Saham ini
Kamis, 04 Juni 2015 - 08:22 WIB
Koreksi IHSG Berpotensi Mereda, Lirik Saham ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi, namun diharapkan mulai mereda.
"Dengan pelemahan IHSG yang cukup tajam kemarin membuat kami berharap agar pelemahan dapat segera mereda," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Kamis (4/6/2015).
Dia berharap masih ada data-data yang dapat ditanggapi positif, sehingga dapat mengurangi pelemahan IHSG. Namun demikian, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.100-5.115 dan resisten 5.210-5.218. Laju IHSG kemarin bergerak di bawah target support 5.170-5.175 dan gagal mendekati area target resisten 5.225-5.236.
Pasca libur, laju IHSG kemarin bukannya membaik malah makin melemah. Pelaku pasar masih melanjutkan aksi jualnya. Sentimen negatif dari internal memang ada dari rilis inflasi yang di atas estimasi pasar, namun tampaknya sudah lewat seiring bergantinya hari.
Di sisi lain, maraknya aksi jual terjadi setelah pelaku pasar merespon negatif laju bursa saham AS yang berbalik melemah. Hal tersebut seiring kekhawatiran belum akan tercapainya kesepakatan Yunani dengan para kreditor dan melemahnya ISM New York Index, factory orders dan economic optimism.
Maraknya aksi jual kemarin membuat seluruh sektor berada di zona merah, namun hanya sektor perkebunan yang menguat seiring beredarnya penilaian akan naiknya harga CPO.
Tidak hanya itu, berita negatif dari laporan OECD yang memangkas pertumbuhan ekonomi global yang hanya tumbuh rata-rata 3,1% tahun ini dan 3,8% tahun 2016 turut menambah derita IHSG.
Melemahnya laju rupiah dan masih adanya nett sell asing kian menambah derita IHSG. Investor asing kembali catatkan nett sell dari net sell Rp24,69 miliar menjadi net sell Rp521,610 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp890-Rp945. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp915.
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.825-Rp2.925. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.865.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.420-Rp2.510. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.450.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp4.265-Rp4.425. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.345.
PT Wika Beton (Persero) Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.980-Rp3.145. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3115.
PT Panin Financial Tbk (PNLF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp295-Rp313. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp300.
"Dengan pelemahan IHSG yang cukup tajam kemarin membuat kami berharap agar pelemahan dapat segera mereda," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, Kamis (4/6/2015).
Dia berharap masih ada data-data yang dapat ditanggapi positif, sehingga dapat mengurangi pelemahan IHSG. Namun demikian, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.100-5.115 dan resisten 5.210-5.218. Laju IHSG kemarin bergerak di bawah target support 5.170-5.175 dan gagal mendekati area target resisten 5.225-5.236.
Pasca libur, laju IHSG kemarin bukannya membaik malah makin melemah. Pelaku pasar masih melanjutkan aksi jualnya. Sentimen negatif dari internal memang ada dari rilis inflasi yang di atas estimasi pasar, namun tampaknya sudah lewat seiring bergantinya hari.
Di sisi lain, maraknya aksi jual terjadi setelah pelaku pasar merespon negatif laju bursa saham AS yang berbalik melemah. Hal tersebut seiring kekhawatiran belum akan tercapainya kesepakatan Yunani dengan para kreditor dan melemahnya ISM New York Index, factory orders dan economic optimism.
Maraknya aksi jual kemarin membuat seluruh sektor berada di zona merah, namun hanya sektor perkebunan yang menguat seiring beredarnya penilaian akan naiknya harga CPO.
Tidak hanya itu, berita negatif dari laporan OECD yang memangkas pertumbuhan ekonomi global yang hanya tumbuh rata-rata 3,1% tahun ini dan 3,8% tahun 2016 turut menambah derita IHSG.
Melemahnya laju rupiah dan masih adanya nett sell asing kian menambah derita IHSG. Investor asing kembali catatkan nett sell dari net sell Rp24,69 miliar menjadi net sell Rp521,610 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp890-Rp945. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp915.
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.825-Rp2.925. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.865.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.420-Rp2.510. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.450.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp4.265-Rp4.425. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.345.
PT Wika Beton (Persero) Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.980-Rp3.145. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3115.
PT Panin Financial Tbk (PNLF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp295-Rp313. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp300.
(rna)
Lihat Juga :