Pengusaha Sebut Politik Pangan RI Amburadul

Jum'at, 05 Juni 2015 - 05:18 WIB
Pengusaha Sebut Politik...
Pengusaha Sebut Politik Pangan RI Amburadul
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan, saat ini politik pangan Indonesia terkesan amburadul. Maka tak heran, Perum Bulog kini bermain di dua kaki yaitu mengejar keuntungan sebagai entitas bisnis dan mengemban misi negara sebagai penyangga stabilitas pangan.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur menekankan, Bulog dalam kaitannya dengan komoditas beras harus berfungsi sebagai stabilitator dan dilarang untuk mengejar keuntungan. Sementara untuk komoditas pangan strategis lain, seperti gula dan kedelai boleh dikelola Bulog secara bisnis.

"‎Karena misinya Bulog itu main dua kaki. Satu disuruh dia berbisnis, satu kaki dia misi negara," ucapnya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Menurutnya, pemerintah sedianya tidak bisa bernegosiasi untuk urusan beras. Pemerintah harus tetap menyubsidi beras untuk rakyat, sebab hal tersebut berkaitan dengan kepentingan makan rakyat.

"Artinya pemeritah harus bertanggung jawab memberikan makan ke rakyatnya. Sebab itu, kalau perlu beras dibeli semua untuk kepentingan rakyat. Karena politik pangan kita sangat riskan," imbuh dia.

Natsir mengatakan, pemerintah pun seharusnya mampu menata politik pangan Indonesia dengan lebih baik. Terlebih, saat ini ‎Indonesia masih disokong pangan impor sekitar 65%.

‎"Kecuali kalau beras medium atau super bolehlah swasta. Tapi kalau beras untuk kepentingan rakyat, enggak ada ceritanya. Pemeritah harus 100% menangani masalah itu. Jadi Bulog harus ditugaskan untuk membeli semua. Jangan ada celah lagi," tegasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anak Buah Jadi Bagian...
Anak Buah Jadi Bagian Mafia Pangan, Buwas Ancam Pecat 100 Karyawan
Penuhi Kebutuhan Pangan...
Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Bulog Gandeng Perusahaan Asal India
Buwas Sebut Tidak Perlu...
Buwas Sebut Tidak Perlu Terlalu Risau dengan Ancaman Krisis Pangan
Kemandirian Pangan di...
Kemandirian Pangan di Indonesia Timur Rendah, Ini Penjelasan Bulog
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Halalkan Impor
Revitalisasi Bulog sebagai...
Revitalisasi Bulog sebagai Benteng Ketahanan Pangan Nasional
Berita Terkini
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
8 menit yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
1 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
3 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
3 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved