Pertumbuhan Jumlah Uang Beredar Melambat

Jum'at, 05 Juni 2015 - 22:23 WIB
Pertumbuhan Jumlah Uang...
Pertumbuhan Jumlah Uang Beredar Melambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan jumlah uang beredar luas (M2) pada April 2015 mengalami perlambatan sebesar Rp4.274,9 triliun, atau hanya tumbuh 14,9% (yoy). Angka ini melambat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2015 sebesar 16,3% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengatakan, perlambatan tersebut bersumber dari komponen uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi.

"Uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi masing-masing tumbuh 9,0% (yoy) dan 16,7% (yoy), melambat dari 12,2% (yoy) dan 17,6% (yoy) pada bulan sebelumnya," kata Tirta di Jakarta, Jumat (5/6/2015).

Selain itu, faktor lain yang memengaruhi perlambatan pertumbuhan uang beredar luas adalah kontraksi operasi keuangan pemerintah pusat yang tercermin turunnya pertumbuhan tagihan bersih kepada Pempus dari 38,2% (yoy) menjadi 32,9% (yoy).

Tirta menuturkan, kontraksi keuangan pemerintah pusat sejalan dengan program intensifikasi pajak untuk meningkatkan penerimaan negara. "Di sisi lain, belanja pemerintah masih relatif rendah terkait realisasi pembiayaan proyek yang diprakirakan mulai meningkat pada Mei 2015," terangnya.

Dia melanjutkan, sejalan dengan pertumbuhan beredar luas (M2), simpanan masyarakat di bank (DPK) pada April 2015 juga mengalami perlambatan. Pertumbuhan DPK tercatat sebesar 14,5% (yoy), melambat dari 16,3% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Menurut Tirta, turunnya pertumbuhan DPK terutama bersumber dari simpanan dalam rupiah yang tumbuh melambat dari 15,4% (yoy) menjadi 12,9%.

Penurunan terdalam terutama terjadi pada giro rupiah yang tumbuh 9,9% (yoy), melambat dari 18,6% (yoy) pada bulan sebelumnya. Namun, perlambatan DPK masih dapat ditahan oleh meningkatnya simpanan dalam valas yang tumbuh 23,0% (yoy), naik dari 21,5% (yoy) pada bulan sebelumnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Intip Potensi Besar...
Intip Potensi Besar Keuangan Syariah
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI
Ketua DPR Sudah Terima...
Ketua DPR Sudah Terima Surat dari Jokowi Berisi Nama Calon Gubernur BI, Siapa Calon Kuat?
BI Ungkap Kepemilikan...
BI Ungkap Kepemilikan Rekening Bank di Indonesia Baru 65,4 Persen
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
36 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved