Pertamina Perkuat Pasokan Gas Domestik

Minggu, 07 Juni 2015 - 21:12 WIB
Pertamina Perkuat Pasokan...
Pertamina Perkuat Pasokan Gas Domestik
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (persero) berkomitmen meningkatkan pasokan gas domestik (dalam negeri) seiring perannya sebagai agregator dalam pengembangan infrastruktur pipa gas dan LNG.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, ke depan bisnis gas akan lebih dominan dibandingkan kondisi saat ini. Maka itu pihaknya meminta anak usaha di sektor gas agresif mengembangkan infrastruktur.

"Saat ini Pertamina sedang memproses rencana pembangunan beberapa fasilitas penerima LNG baik di Jawa, Kalimantan maupun di Bali sebagai pelengkap infrastruktur penerima LNG (FSRU) di Jawa Barat dan Arun Regas," ujarnya, di Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Melalui PT Pertamina Gas, lanjut dia, Pertamina juga sedang menyiapkan proyek pembangunan pipa gas di Pulau Jawa yakni ruas Pipa Semarang - Gresik dan Semarang-Cirebon yang apabila proyek itu tuntas Trans Java Pipeline akan terwujud. Di samping itu di Pulau Jawa, Pertagas juga membangun jalur pipa gas dari Arun ke Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sumatera Utara.

"Perluasan jaringan ini sangat diperlukan, karena Pertamina bertekad untuk menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan gas baik untuk PLN dan industri, Pertamina harus dapat memenuhi kebutuhan gas baik yang berasal dari sumber di dalam maupun luar negeri," terangnya.

Terkait produksi Pertamina saat ini telah memproduksi gas sebanyak 1,63 miliar kaki kubik per hari dan telah mendapatkan alokasi gas dari dalam bentuk gas pipa, seperti gas Jambaran-Tiung Biru dan Terang Sirasun Batur maupun dalam bentuk LNG domestik baik dari Bontang maupun Tangguh.

"Sedangkan dari luar negeri, Pertamina mendapatkan kepastikan pasokan impor LNG dari Cheniere Corpus Cristy, Amerika Serikat sebanyak 1,5 juta ton mulai 2019 selama 20 tahun. Kemudian, dari Afrika sebanyak 1 juta ton per tahun, mulai 2020 untuk jangka waktu 20 tahun," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Pangkas Produksi Migas
Proses Restrukturisasi...
Proses Restrukturisasi Tuntas, Pertamina Group Siap Tancap Gas
Pertamina Gas Dukung...
Pertamina Gas Dukung Pengembangan Ekosistem Hilir Migas
Waduh, Cadangan Minyak...
Waduh, Cadangan Minyak dan Gas RI Trennya Terus Turun
Pertamina EP Jatibarang...
Pertamina EP Jatibarang Field Terapkan K3 Produksi Migas Berkelanjutan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved