Pengamat Nilai Wajar IHSG Turun di Bawah 5.000
Selasa, 09 Juni 2015 - 14:25 WIB
Pengamat Nilai Wajar IHSG Turun di Bawah 5.000
A
A
A
JAKARTA - Pengamat pasar modal William Surya Wijaya mengatakan, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I hingga di bawah level 5.000, sangat wajar karena menjelang berakhirnya semester I dan mulai memasuki semester II.
IHSG hari ini di sesi I turun 156,68 poin atau 3,21% ke level 4.858,31. Level ini dinilai cukup rendah dari biasanya namun jika secara tren angka tersebut dinilai wajar.
Namun, dari hasil pantauan Sindonews sebelumnya, hal ini terimbas dari terkoreksinya Wall Street tadi malam. Hal ini mengakibatkan IHSG terperosok di bawah level 5.000.
"Hal ini wajar karena menjelang berakhirnya semester satu. Ini juga ditambah banyaknya keperluan menjelang Lebaran, jika melihat outflow kan setiap harinya juga tidak terlalu besar, sedang-sedang saja," kata William saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Data juga menunjukkan bahwa pelemahan IHSG siang ini dikarenakan bursa Asia yang sebagian besar melemah. Bahkan indeks Shanghai anjlok 63,31 poin atau 1,23% ke 5.068,57.
William mengatakan, seharusnya pemerintah Indonesia bisa merespon kondisi ini terlebih lagi dengan kondisi rupiah yang tidak kunjung membaik.
"Mereka mesti mengantisipasi kondisi ini dengan lebih sigap. Sebentar lagi puasa dan Lebaran, banyak yang harus dijaga dan diantisipasi," pungkasnya.
Baca: IHSG Sesi I Jatuh ke Bawah Level 5.000
IHSG hari ini di sesi I turun 156,68 poin atau 3,21% ke level 4.858,31. Level ini dinilai cukup rendah dari biasanya namun jika secara tren angka tersebut dinilai wajar.
Namun, dari hasil pantauan Sindonews sebelumnya, hal ini terimbas dari terkoreksinya Wall Street tadi malam. Hal ini mengakibatkan IHSG terperosok di bawah level 5.000.
"Hal ini wajar karena menjelang berakhirnya semester satu. Ini juga ditambah banyaknya keperluan menjelang Lebaran, jika melihat outflow kan setiap harinya juga tidak terlalu besar, sedang-sedang saja," kata William saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Data juga menunjukkan bahwa pelemahan IHSG siang ini dikarenakan bursa Asia yang sebagian besar melemah. Bahkan indeks Shanghai anjlok 63,31 poin atau 1,23% ke 5.068,57.
William mengatakan, seharusnya pemerintah Indonesia bisa merespon kondisi ini terlebih lagi dengan kondisi rupiah yang tidak kunjung membaik.
"Mereka mesti mengantisipasi kondisi ini dengan lebih sigap. Sebentar lagi puasa dan Lebaran, banyak yang harus dijaga dan diantisipasi," pungkasnya.
Baca: IHSG Sesi I Jatuh ke Bawah Level 5.000
(izz)
Lihat Juga :