RI Jadikan China Peluang Ekspor Produk Consumer Goods

Sabtu, 13 Juni 2015 - 14:49 WIB
RI Jadikan China Peluang...
RI Jadikan China Peluang Ekspor Produk Consumer Goods
A A A
JAKARTA - Pemerintah China mengeluarkan kebijakan bidang perdagangan yang dapat menjadi peluang penting bagi Indonesia, dengan memberikan pemotongan tarif impor hingga 50% untuk beberapa consumer goods.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nus Nuzulia menjelaskan, beberapa produk consumer goods yang tarif impornya diturunkan antara lain pakaian, garmen berbulu, diapers, dan produk perawatan kulit.

Kebijakan yang diterapkan pemerintah China mulai 1 Juni 2015 ini untuk mendorong konsumsi domestik dan meningkatkan impor demi memenuhi kebutuhan konsumen dalam negerinya.

Tarif impor untuk pakaian dan garmen berbulu turun 7%-10% dari 14%-23%, sepatu boots dan sepatu olahraga menjadi 12% dari 22%-24%, serta diapers dan kosmetik menjadi 2% dari 5%.

Penurunan tarif impor ini memberikan kesempatan kepada seluruh eksportir di dunia untuk meningkatkan ekspor produk consumer goods unggulan mereka ke China.

"Untuk itu, Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang ini. Apalagi berdasarkan survei, konsumen China lebih menyukai kualitas produk consumer goods impor seperti makanan bayi, peralatan rumah tangga, dan produk digital daripada produk consumer goods lokal," ucap Nus seperti dalam rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Sabtu (13/6/2015).

Dia menjelaskan, salah satu produk consumer goods Indonesia yang menunjukkan kecenderungan pertumbuhan positif di China adalah sepatu. Saat ini, ekspor sepatu Indonesia ke China menunjukkan peningkatan signifikan.

"Tren kenaikan ekspor sepatu Indonesia ke Tiongkok menunjukkan peningkatan permintaan pasar Tiongkok terhadap sepatu impor," kata Nus.

Pada 2013 nilai ekspor sepatu Indonesia ke China mencapai USD104 juta, dan pada 2014 meningkat menjadi USD126 juta. Untuk periode Januari-Februari 2015, nilai ekspor Indonesia mencapai USD22,87 juta, naik 32% dibanding periode sama tahun lalu sebesar USD17,24 juta.

Nus meyakini penurunan tarif impor sepatu akan semakin meningkatkan konsumsi China untuk produk ini. Demikian juga halnya dengan produk lain yang mendapatkan pengurangan tarif impor seperti pakaian, diapers, dan produk perawatan kulit.

Baca: China Akan Potong Pajak Impor Lebih dari 50%
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
4 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
5 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
5 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved