IHSG Pekan Ini Longsor Parah Ditekan Profit Taking
Minggu, 14 Juni 2015 - 15:01 WIB
IHSG Pekan Ini Longsor Parah Ditekan Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini longsor parah mencapai 164,75 poin atau 3,23% dibanding akhir pekan sebelumnya karena ditekan sentimen negatif dan aksi ambil untung (profit taking).
IHSG sepekan ini anjlok ke level terendah sepanjang tahun ini dan meninggalkan level psikologis 5.000. Tercatat, IHSG pada akhir pekan ini (Jumat, 12/6/2015) berakhir di level 4.935,82 dari posisi akhir pekan sebelumnya (Jumat (5/6/2015) di level 5.100,57.
Kejatuhan IHSG terdalam terjadi pada Senin (8/6/2015), yang berakhir pada level 4.899,88. Menurut Kepala Rist NH Korindo Securities Reza Priyambada, jatuhnya IHSG pada pekan ini di luar estimasi.
"Kombinasi antara maraknya sentimen negatif terutama dari internal, kekhawatiran akan terus berlanjutnya pelemahan, tidak adanya sentimen positif yang dijadikan pegangan, masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah hingga kemungkinan marak terjadinya forced sell membuat laju IHSG terus mengalami pelemahan," tutur dia, Minggu (14/6/2015).
Akan tetapi, pasca melemah tajam dalam beberapa hari sebelumnya, laju IHSG sempat mengalami speculative technical rebound, di mana pergerakan belum sepenuhnya didukung oleh sentimen-sentimen yang bersifat fundamental karena bersamaan dengan melemahnya laju bursa saham Asia dan belum adanya sentimen positif dari dalam negeri yang bernilai signifikan untuk menguatkan kenaikan IHSG.
Pasca berhasil naik hingga melampaui 4.950, dia menjelaskan, tampaknya laju IHSG kembali mendapatkan aksi profit taking, sehingga kembali melemah.
"Tampaknya kekhawatiran kami akan peluang terjadinya pembalikan arah kian terjadi, di mana laju IHSG berakhir di zona merah pasca menguat cukup signifikan sehari sebelumnya," ujarnya.
Kondisi ini berlawanan dengan laju bursa saham Asia yang mampu berbalik positif setelah merespon kenaikan bursa saham AS dan Asia. Kenaikan yang bersifat semu tersebut akhirnya membuat banyak pelaku pasar kembali melakukan aksi jual memanfaatkan penguatan sebelumnya.
"Beruntungnya IHSG dengan aksi jual yang tidak terlalu deras, sehingga pelemahan pun menjadi terbatas dan di akhir pekan dapat mendarat di zona hijau," katanya.
IHSG sepekan ini anjlok ke level terendah sepanjang tahun ini dan meninggalkan level psikologis 5.000. Tercatat, IHSG pada akhir pekan ini (Jumat, 12/6/2015) berakhir di level 4.935,82 dari posisi akhir pekan sebelumnya (Jumat (5/6/2015) di level 5.100,57.
Kejatuhan IHSG terdalam terjadi pada Senin (8/6/2015), yang berakhir pada level 4.899,88. Menurut Kepala Rist NH Korindo Securities Reza Priyambada, jatuhnya IHSG pada pekan ini di luar estimasi.
"Kombinasi antara maraknya sentimen negatif terutama dari internal, kekhawatiran akan terus berlanjutnya pelemahan, tidak adanya sentimen positif yang dijadikan pegangan, masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah hingga kemungkinan marak terjadinya forced sell membuat laju IHSG terus mengalami pelemahan," tutur dia, Minggu (14/6/2015).
Akan tetapi, pasca melemah tajam dalam beberapa hari sebelumnya, laju IHSG sempat mengalami speculative technical rebound, di mana pergerakan belum sepenuhnya didukung oleh sentimen-sentimen yang bersifat fundamental karena bersamaan dengan melemahnya laju bursa saham Asia dan belum adanya sentimen positif dari dalam negeri yang bernilai signifikan untuk menguatkan kenaikan IHSG.
Pasca berhasil naik hingga melampaui 4.950, dia menjelaskan, tampaknya laju IHSG kembali mendapatkan aksi profit taking, sehingga kembali melemah.
"Tampaknya kekhawatiran kami akan peluang terjadinya pembalikan arah kian terjadi, di mana laju IHSG berakhir di zona merah pasca menguat cukup signifikan sehari sebelumnya," ujarnya.
Kondisi ini berlawanan dengan laju bursa saham Asia yang mampu berbalik positif setelah merespon kenaikan bursa saham AS dan Asia. Kenaikan yang bersifat semu tersebut akhirnya membuat banyak pelaku pasar kembali melakukan aksi jual memanfaatkan penguatan sebelumnya.
"Beruntungnya IHSG dengan aksi jual yang tidak terlalu deras, sehingga pelemahan pun menjadi terbatas dan di akhir pekan dapat mendarat di zona hijau," katanya.
(rna)
Lihat Juga :