IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.900-5.000
Senin, 15 Juni 2015 - 08:36 WIB
IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.900-5.000
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak pada kisaran 4.900-5.000.
"IHSG akan bergerak mixed cenderung mencoba menguat," ujar analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (15/6/2015).
Dia menjelaskan, sentimen yang memberi pengaruh IHSG pekan ini, di antaranya data neraca perdagangan dan pertumbuhan kredit di Indonesia. Sementar dari luar negeri, data neraca perdagangan serta pidato Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan, di antaranya BBRI, BMRI, ROTI, ASII dan BBNI.
Sementara IHSG akhir pekan lalu bergerak mixed selama perdagangan dengan ditutup menguat 7 poin atau 0,14% di level 4.935,82. Sektor pertanian memimpin pelemahan dan sektor aneka industi memimpin penguatan.
Investor lebih terfokus menunggu data neraca perdagangan dan komposisi impor serta ekspor, lalu pertumbuhan kredit Indonesia yang akan dirilis pada awal pekan ini.
Diperkirakan neraca perdagangan Mei 2015 akan bertumbuh sebesar USD0,8 miliar dari USD0,45 miliar. Sedangkan pertumbuhan kredit diperkirakan tetap.
Sementara terlihat investor domestik akhir pekan lalu masih mendominasi sedangkan investor asing kembali melakukan penjualan dengan catatan net sell sebesar Rp426,67 miliar, sehingga aksi jual investor pekan lalu sebesar Rp2,9 triliun dan total pada bulan Juni 2015 hingga saat ini sudah mencapai Rp4,2 triliun.
"Aksi jual ini merupakan aksi jual investor asing terbesar sejak bulan oktober 2014 lalu," pungkasnya.
"IHSG akan bergerak mixed cenderung mencoba menguat," ujar analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (15/6/2015).
Dia menjelaskan, sentimen yang memberi pengaruh IHSG pekan ini, di antaranya data neraca perdagangan dan pertumbuhan kredit di Indonesia. Sementar dari luar negeri, data neraca perdagangan serta pidato Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan, di antaranya BBRI, BMRI, ROTI, ASII dan BBNI.
Sementara IHSG akhir pekan lalu bergerak mixed selama perdagangan dengan ditutup menguat 7 poin atau 0,14% di level 4.935,82. Sektor pertanian memimpin pelemahan dan sektor aneka industi memimpin penguatan.
Investor lebih terfokus menunggu data neraca perdagangan dan komposisi impor serta ekspor, lalu pertumbuhan kredit Indonesia yang akan dirilis pada awal pekan ini.
Diperkirakan neraca perdagangan Mei 2015 akan bertumbuh sebesar USD0,8 miliar dari USD0,45 miliar. Sedangkan pertumbuhan kredit diperkirakan tetap.
Sementara terlihat investor domestik akhir pekan lalu masih mendominasi sedangkan investor asing kembali melakukan penjualan dengan catatan net sell sebesar Rp426,67 miliar, sehingga aksi jual investor pekan lalu sebesar Rp2,9 triliun dan total pada bulan Juni 2015 hingga saat ini sudah mencapai Rp4,2 triliun.
"Aksi jual ini merupakan aksi jual investor asing terbesar sejak bulan oktober 2014 lalu," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :