Lima Penanganan Fundamental Atasi Pelemahan Rupiah

Jum'at, 19 Juni 2015 - 07:01 WIB
Lima Penanganan Fundamental...
Lima Penanganan Fundamental Atasi Pelemahan Rupiah
A A A
JAKARTA - Analis ekonomi dari Universitas Sam Ratulangi, Agus Tony Poputra mengungkapkan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) lebih dominan disebabkan faktor-faktor fundamental. Untuk itu, ada lima penanganan yang harus dilakukan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah dalam menyentuh faktor-faktor fundamental.

Pertama, perlu kebijakan yang mendorong industri penghasil produk substitusi impor yang banyak dikonsumsi masyarakat. "Dibutuhkan kebijakan untuk mengintegrasikan usaha besar, menengah dan kecil yang berada dalam satu mata rantai produksi ke dalam hubungan Inti-Plasma." ujarnya dalam siaran pers kepada Sindonews, Kamis (18/6/2015).

Kedua, kata dia, pemerintah harus tegas dan konsisten dalam kebijakan hilirisasi. Kebijakan ini perlu ditunjang dengan percepatan pembangunan infrastruktur terutama perhubungan dan listrik. (Baca juga: BI dan Pemerintah Diminta Tanggapi Serius Pelemahan Rupiah)

Ketiga, menerapkan kembali kebijakan local content serta melakukan pengawasan yang ketat. Ini berguna untuk mengurangi tekanan impor bahan baku.

Keempat, melakukan kampanye besar-besaran untuk menggunakan produk dalam negeri terutama lewat jalur pendidikan mulai dari sekolah dasar. "Kampanye untuk peserta didik usia dini sangat dibutuhkan sebab pola pikir kelompok ini lebih mudah diarahkan," terang Agus.

Kelima, kebijakan devisa perlu diramu kembali untuk memperkuat posisi BI atas lalu lintas devisa. Salah satunya adalah memperpanjang waktu endap devisa hasil ekspor di perbankan nasional.

"Juga, harus tegas dan konsisten dalam penerapan rupiah sebagai mata uang transaksi dalam negeri, serta pembelian emas dalam negeri oleh BI untuk memperkuat cadangan devisa." tandasnya.

Baca juga:

Tanggapan BI Rupiah Masih Berada di Titik Krisis Moneter

HT: Tidak Ada Teori Rupiah Menguat Itu Buruk

Penyebab Pelemahan Rupiah Tak Mampu Dongkrak Ekspor
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat Ditopang...
Rupiah Menguat Ditopang Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi RI
Jika Rupiah Tembus Rp20...
Jika Rupiah Tembus Rp20 Ribu, Akademisi Proyeksikan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3%
Rupiah Betah Nangkring...
Rupiah Betah Nangkring di Atas Rp16.200, Ekonomi RI dalam Ancaman
Inflasi Terkendali,...
Inflasi Terkendali, Rupiah Stabil: Pemerintah Jaga Kepercayaan Investor
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,4%, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.894
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Berita Terkini
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
4 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
6 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
6 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
6 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
7 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved