Pemerintah Teken Pembangunan Empat Bendungan Rp2,1 T

Selasa, 23 Juni 2015 - 03:01 WIB
Pemerintah Teken Pembangunan...
Pemerintah Teken Pembangunan Empat Bendungan Rp2,1 T
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani kontrak pembangunan empat bendungan baru senilai Rp2,1 triliun.

Keempat bendungan tersebut, adalah Bendungan Karian Lebak, Provinsi Banten (Rp1,07 triliun); Bendungan Passeloreng di Wajo, Sulawesi Selatan (Rp701 miliar); Bendungan Tanju dan Bendungan Mila (Rp357 miliar) di Dompu Nusa Tenggara Barat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR), Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari 49 pembangunan bendungan baru yang dirancang untuk kebutuhan jangka panjang.

"Total ada 13 bendungan yang kami targetkan bisa dibangun pada 2015. Nah, delapan bendungan telah resmi pembangunannya. Sisanya, lima bendungan lagi kami targetkan bisa menyusul," kata Menteri Basuki usai menyaksikan penandatanganan kontrak kerja antara pihak satuan kerja di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan pihak kontraktor, di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (22/6/2015).

Sebelumnya, empat bendungan yang sudah lebih dulu dibangun adalah Bendungan Raknamo (Kupang, Nusa Tenggara Timur), Bendungan Logung (Kudus, Jawa Tengah), Bendungan Kaureto (Aceh Utara, Nangroe Aceh Darussalam), serta Bendungan Lolak (Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara).

Adapun lima bendungan yang akan menyusul dibangun, di antaranya Bendungan Tapin (Kalimantan Selatan), Bendungan Sindang Heula (Serang, Provinsi Banten), Bendungan Sei Gong (Batam, Kepulauan Riau), Bendungan Bintang Bano (Sumbawa, Nusa Tenggara Barat), serta Bendungan Rotiklod (Belu, Nusa Tenggara Timur).

Basuki menyatakan, pemerintah bertekad merampungkan seluruh proyek bendungan dalam rangka memenuhi ketersediaan air baku nasional. Pemerintah menargetkan bisa membangun 65 bendungan dalam 5 tahun. Bendungan tersebut terdiri atas 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Mudjiadi mengatakan, dari kontrak pembangunan empat bendungan senilai Rp2,1 triliun tersebut, tiga di antaranya menggunakan anggaran APBN. Satu bendungan lain merupakan pinjaman dari Korea Selatan dengan nilai mencapai USD100 juta.

"Bendungan hasil loan Korea itu ialah Bendungan Karian di Lebak, Banten. Bendungan ini akan digarap melalui kerja sama operasi Daelim Industrial Co dengan PT Wijaya Karya, serta PT Waskita Karya," terangnya.

Sementara untuk tiga bendungan lain, lanjut Mudjiadi, Bendungan Passeloreng digarap joint operation PT Wijaya Karsa dengan PT Bumi Karsa. Adapun, Bendungan Tanju dan Mila di Dompu digarap joint operation PT Nindya Karya dengan PT Hutama Karya.

Rencananya Bendungan Karian ditargetkan selesai pada 2019, sedangkan Bendungan Passeloreng, Tanju, serta Bendungan Mila ditargetkan selesai lebih cepat pada 2018. "Secara umum lahan semua sudah beres. Tinggal pembangunan di mana kontraknya baru kita tandantangani," pungkas Mudjiadi.

Baca juga:

Ini Syarat agar Bendungan Bisa Jadi PLTA

WIKA Garap Proyek Bendungan Keureto Aceh Rp1,7 T
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Dorong Pemulihan Ekonomi,...
Dorong Pemulihan Ekonomi, Basuki Percepat Pembangunan Bendungan Pidekso
Food Estate di Kalteng,...
Food Estate di Kalteng, Menteri Basuki Utamakan Pembangunan Irigasi
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan SPAM Djuanda, Kementerian PUPR Beri Waktu 2 Minggu Prakualifikasi Lelang
Efisiensi, Kementerian...
Efisiensi, Kementerian PUPR Bersiap Lakukan Reorganisasi Balai
Berita Terkini
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
19 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved