IHSG Berpotensi Turun Lagi, Pertimbangkan Saham Ini
Selasa, 23 Juni 2015 - 08:34 WIB
IHSG Berpotensi Turun Lagi, Pertimbangkan Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melanjutkan penurunannya, namun juga memiliki peluang menguat jika imbas penguatan bursa saham global dapat dirasakan.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penguatan yang lebih bersifat technical rebound sebelumnya membuka potensi penurunan kembali jika aksi jual masih berlanjut.
"Tetap waspadai setiap sentimen yang dirilis dan antisipasi penurunan lebih lanjut jika ada," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/6/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.938-4.945 dan resisten 4971-4996. Laju IHSG kemarin di area target support 4.950-4.968 dan belum mampu mendekati area target resisten 4.995-5.005.
Kemarin, pasca berada di zona hijau selama tiga hari sebelumnya, laju IHSG kembali melemah. Seolah tidak memperhatikan laju bursa saham Asia yang sedang hijau, laju IHSG memilih mendekam di zona merah.
Aksi ambil untung kembali terjadi, terutama pada saham-saham infrastruktur, perdagangan, terutama saham-saham media dan retail serta pertambangan. Padahal laju bursa saham Asia sedang mencoba untuk positif merespon langkah pemerintahan Yunani yang mengajukan proposal baru kepada IMF untuk penyelesaian masalah utangnya.
"Akan tetapi, tampaknya berita negatif dalam negeri lebih mendominasi, mulai dari penurunan penjualan mobil hingga potensi melonjaknya inflasi Juni-Juli karena faktor musiman, menjadi sentiment negatif yang menghalangi IHSG," ujarnya.
Bahkan positifnya laju bursa saham Eropa pun tidak membuat IHSG bergeming, di mana tetap di zona merah. Tidak hanya itu, masih berlanjutnya kenaikan nilai rupiah tidak membuat laju IHSG bergerak naik.
Apalagi diikuti dengan transaksi asing yang berbaik jualan. Transaksi asing berbalik nett sell dari net buy Rp596,38 miliar menjadi net sell Rp63,33 miliar.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.060-Rp2.215. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.170.
PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp365-Rp393. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp375.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.700-Rp2.790. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.730.
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp40.975-Rp41.875. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp41.500.
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp240-Rp255. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp245.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp9.075-Rp9.425. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp9.150.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penguatan yang lebih bersifat technical rebound sebelumnya membuka potensi penurunan kembali jika aksi jual masih berlanjut.
"Tetap waspadai setiap sentimen yang dirilis dan antisipasi penurunan lebih lanjut jika ada," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/6/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.938-4.945 dan resisten 4971-4996. Laju IHSG kemarin di area target support 4.950-4.968 dan belum mampu mendekati area target resisten 4.995-5.005.
Kemarin, pasca berada di zona hijau selama tiga hari sebelumnya, laju IHSG kembali melemah. Seolah tidak memperhatikan laju bursa saham Asia yang sedang hijau, laju IHSG memilih mendekam di zona merah.
Aksi ambil untung kembali terjadi, terutama pada saham-saham infrastruktur, perdagangan, terutama saham-saham media dan retail serta pertambangan. Padahal laju bursa saham Asia sedang mencoba untuk positif merespon langkah pemerintahan Yunani yang mengajukan proposal baru kepada IMF untuk penyelesaian masalah utangnya.
"Akan tetapi, tampaknya berita negatif dalam negeri lebih mendominasi, mulai dari penurunan penjualan mobil hingga potensi melonjaknya inflasi Juni-Juli karena faktor musiman, menjadi sentiment negatif yang menghalangi IHSG," ujarnya.
Bahkan positifnya laju bursa saham Eropa pun tidak membuat IHSG bergeming, di mana tetap di zona merah. Tidak hanya itu, masih berlanjutnya kenaikan nilai rupiah tidak membuat laju IHSG bergerak naik.
Apalagi diikuti dengan transaksi asing yang berbaik jualan. Transaksi asing berbalik nett sell dari net buy Rp596,38 miliar menjadi net sell Rp63,33 miliar.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.060-Rp2.215. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.170.
PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp365-Rp393. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp375.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.700-Rp2.790. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.730.
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp40.975-Rp41.875. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp41.500.
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp240-Rp255. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp245.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp9.075-Rp9.425. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp9.150.
(rna)
Lihat Juga :