S&P Berakhir Datar Jelang Keputusan Nasib Yunani

Sabtu, 27 Juni 2015 - 10:26 WIB
S&P Berakhir Datar Jelang...
S&P Berakhir Datar Jelang Keputusan Nasib Yunani
A A A
NEW YORK - Indeks S&P 500 berakhir mendatar pada Jumat waktu setempat, tetapi berakhir lebih rendah pekan ini karena investor berhati-hati menjelang pertemuan di Eropa terkait nasib Yunani.

Sementara indeks Dow Jones ditutup menguat didorong melonjaknya saham Nike Inc (NKE.N), sedangkan Nasdaq berakhir melemah dipicu mengecewakannya saham Micron Technology Inc (MU.O), yang membebani produsen chip seperti Intel.

Di Eropa, Yunani menolak perpanjangan dana talangan selama lima bulan pada Jumat, sehari sebelum menteri keuangan zona Eropa melakukan pertemuan memutuskan nasib negara itu.

Yunani membutuhkan dana segar untuk menghindari gagal bayar (default) utang USD1,8 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada 30 Juni 2015. Jika default, Athena harus meninggalkan euro atau Uni Eropa, yang berpotensi mengguncang pondasi ekonomi kawasan.

"Jika masalah ini akan selesai, maka pasar kita sudah siap, tapi bisa jadi semuanya berantakan pada tanggal 30 (Juni 2015)," kata Kepala Investasi di Tower Bridge Advisers James Meyer seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (27/6/2015).

Adapun saham Nike (NKE.N) naik 4,3% menjadi USD109,71 dan menjadi dorongan terbesar bagi Dow setelah melaporkan laba kuartalan lebih baik dari perkiraan.

Sementara saham Teknologi mikron (MU.O) tenggelam 18% menjadi USD19,66, sehari setelah meramalkan penurunan lebih lanjut pada harga chip yang digunakan di komputer pribadi. Ini memberikan prospek pendapatan untuk kuartal saat ini jauh di bawah perkiraan pasar.

Indeks PHLX Semiconductor (SOX) turun 2,4%, dengan saham Intel Corp (INTC.O) jatuh 3% menjadi USD31,02.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 56,72 poin atau 0,32% ke 17.947,08; indeks S&P 500 kehilangan 0,71 poin atau 0,03% ke 2.101,6; dan Nasdaq Composite turun 31,69 poin atau 0,62% ke 5.080,51.

Sekitar 6,17 miliar saham diperdagangkan di semua platform AS, di atas rata-rata bulanan sebanyak 6,09 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved