Penerapan Bea Materai dalam Transaksi Bebani Ekonomi

Senin, 29 Juni 2015 - 21:02 WIB
Penerapan Bea Materai...
Penerapan Bea Materai dalam Transaksi Bebani Ekonomi
A A A
JAKARTA - Pemerintah kembali membuat polemik dalam perekonomian nasional. Terbaru, adalah penyelesaian revisi Undang-Undang (UU) Bea Materai yang akan dibahas mulai Juli 2015. Sejumlah pihak menilai pemberlakuan bea materai dalam setiap transaksi akan membebani ekonomi di Tanah Air

Pengamat Pasar Modal William Surya Wijaya mengatakan, biaya materai sebenarnya dikeluarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu, dengan memikirkan kondisi ekonomi nasional.

Di sini, pemerintah akan menambah objek transaksi yang akan dikenakan bea meterai. Objek tersebut, yakni properti dan jual-beli saham di pasar modal yang akan dikenakan bea meterai sebesar dengan tarif 0,1% dari nilai transaksi.

"Objeknya jadi semakin banyak untuk biaya materai ini. Menurut saya, yang paling utama soal itu yang memutuskan atau menentukan memikirkan juga soal kondisi ekonomi kita. Apakah akan berpengaruh ke iklim investasi?" ujar William kepada Sindonews di Jakarta, Senin (29/6/2015)

Dia menuturkan, saat ini semua akan ada bea materai, dengan nominal pembelanjaan tertentu. "Apalagi sekarang, waktu itu sempat saya dengar, makan di angka Rp150 ribu ke atas akan ada biaya materai. Jadi, semua serba materai. Yang seperti itu kita harus lihat, nanti penyaluran materainya itu. Mau dibawa kemana? Jadi, jangan cuma kena biaya tapi enggak jelas nih larinya kemana. Akan dipakai buat apa? Kita juga enggak tahu," paparnya.

Menurut Surya, hal ini benar-benar harus menjadi perhatian pemerintah, karena dampaknya akan ke investor di pasar saham. Apalagi keputusan tersebut akan diberlakukan tahun ini. Pemerintah juga harus terbuka dengan jalur biaya materai ini akan kemana?

"Karena kalau itu enggak jelas, nantinya orang akan bingung. Kalau pajak kan memang jelas arahya kemana dan buat apa. Nah, materai jelas atau tidak arahnya kemana? Ini bukan soal setuju atau tidak, tapi soal keterbukaan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menerapkan tarif baru untuk Bea Materai pada Juni 2015. Besarannya Rp10 ribu dan Rp18 ribu dari yang sebelumnya Rp3 ribu dan Rp6 ribu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemenkeu Sigit Priadi Pramudito mengatakan, pembahasan mengenai pengenaan tarif bea materai akan rampung sebelum Juni 2015 dan penerapannya akan dilaksanakan awal Juni 2015. Namun, kemudian pembahasan tersebut baru dimulai awal Juli 2015.

Selain objek transaksi yang akan dikenakan bea meterai bertambah, yakni properti dan jual beli saham di pasar modal, transaksi ritel kelak juga tidak akan luput dari bea meterai. Adapun transaksi ritel yang akan kena bea meterai adalah transaksi belanja di atas Rp250.000. Besaran bea meterai untuk transaksi ritel akan diatur dalam peraturan pemerintah.

Baca juga:

Siap-siap Bea Materai Akan Naik Juni 2015

Tujuh Kesepakatan Pemerintah dan DPR Terkait Pajak

Pemeritah Harus Hati-hati dalam Liberalisasi Ekonomi
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mulai 2021 Ditjen Pajak...
Mulai 2021 Ditjen Pajak Akan Berlakukan Bea Materai Rp10.000
Tarif Baru Bea Materai...
Tarif Baru Bea Materai Dirilis Pekan Depan, Segini Besarannya
Mulai 1 Januari 2021...
Mulai 1 Januari 2021 Transaksi Saham Bakal Kena Biaya Materai, Segini Tarifnya
Sepakat, RUU Bea Materai...
Sepakat, RUU Bea Materai Dibawa ke Paripurna
Sindikat Pemalsuan Meterai...
Sindikat Pemalsuan Meterai Terbongkar, Ini Cara Bedakan Meterai Asli dan Palsu
Ribuan Materai Palsu...
Ribuan Materai Palsu Beredar Luas di Jabodetabek
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved