Rupiah Siang Ini Berakhir Makin Positif
Rabu, 01 Juli 2015 - 12:43 WIB
Rupiah Siang Ini Berakhir Makin Positif
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini makin positif di tengah mendatarnya euro terhadap yen dan setelah rilis data inflasi Juni sebesar 0,54%, yang meski naik dibanding bulan sebelumnya, namun di bawah proyeksi.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.316/USD, kian positif dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp13.339/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp13.322/USD, dengan kisaran harian Rp13.304-Rp13.385/USD. Posisi ini lebih baik dari pentupan kemarin Rp13.332/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas rupiah di juga di level Rp13.329/USD, makin terapresiasi dari penutupan kemarin Rp13.339/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, Rabu (1/7/2015) berada pada level Rp13.331/USD, mendatar dengan penutupan kemarin di Rp13.332/USD.
Euro tergelincir di Asia pada Rabu karena nasib Yunani menjadi negara maju pertama yang gagal bayar (default) utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF).
Euro susut 0,2% menjadi 1,1128/USD, setelah terkoreksi 0,8% pada Selasa sebagai reaksi terhadap perkembangan di Yunani.
Terhadap yen, euro hampir datar di 136,38, setelah jatuh hampir 1% pada Selasa. Terhadap euro, indeks USD menguat dari sebelumnya 94.847 menjadi 95.588.
Terhadap yen, USD berada di 122,51, mendekati level terendah lima pekan di 121,93. Yen menunjukkan reaksi terhadap optimisme survei sentimen korporasi dari Bank Sentral Jepang (Bank of Jepang/BoJ).
Sementara dolar Australia didukung data manufaktur China yang tumbuh sedikit pada Juni, begitu juga sektor jasa yang mengalami pertumbuhan. Dolar Australia naik sedikit ke 0,7720/USD.
(Baca: Euro Melemah, Rupiah Dibuka Mendatar)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.316/USD, kian positif dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp13.339/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp13.322/USD, dengan kisaran harian Rp13.304-Rp13.385/USD. Posisi ini lebih baik dari pentupan kemarin Rp13.332/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas rupiah di juga di level Rp13.329/USD, makin terapresiasi dari penutupan kemarin Rp13.339/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, Rabu (1/7/2015) berada pada level Rp13.331/USD, mendatar dengan penutupan kemarin di Rp13.332/USD.
Euro tergelincir di Asia pada Rabu karena nasib Yunani menjadi negara maju pertama yang gagal bayar (default) utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF).
Euro susut 0,2% menjadi 1,1128/USD, setelah terkoreksi 0,8% pada Selasa sebagai reaksi terhadap perkembangan di Yunani.
Terhadap yen, euro hampir datar di 136,38, setelah jatuh hampir 1% pada Selasa. Terhadap euro, indeks USD menguat dari sebelumnya 94.847 menjadi 95.588.
Terhadap yen, USD berada di 122,51, mendekati level terendah lima pekan di 121,93. Yen menunjukkan reaksi terhadap optimisme survei sentimen korporasi dari Bank Sentral Jepang (Bank of Jepang/BoJ).
Sementara dolar Australia didukung data manufaktur China yang tumbuh sedikit pada Juni, begitu juga sektor jasa yang mengalami pertumbuhan. Dolar Australia naik sedikit ke 0,7720/USD.
(Baca: Euro Melemah, Rupiah Dibuka Mendatar)
(rna)