Cuma di Indonesia, Asing Dilarang Beli Properti

Rabu, 08 Juli 2015 - 15:39 WIB
Cuma di Indonesia, Asing...
Cuma di Indonesia, Asing Dilarang Beli Properti
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak mempersoalkan mengenai wacana pemerintah untuk mengizinkan asing atau ekspatriat memiliki hak atas properti.

Sebab, dibanding negara-negara di dunia, hanya Indonesia yang melarang atau tidak mengizinkan asing untuk beli/memiliki properti.

Sekadar mengingatkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan lampu hijau soal kepemilikan properti oleh asing. Pemerintah tengah menggodok payung hukum terkait diperbolehkannya asing memiliki properti, kategori apartemen mewah dengan harga di atas Rp5 miliar.

"‎Di seluruh dunia hanya Indonesia yang tidak boleh orang asing beli (properti). Di mana-mana, semua orang asing boleh beli. Kasarnya, kita digebukin orang tapi kita enggak balas," ujar Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmito di BEI, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Saat ini, sambung dia, banyak masyarakat di Tanah Air yang memiliki hunian di luar negeri. Artinya, selama ini pemerintah membiarkan devisa keluar negeri, namun tidak mengizinkan devisa dari luar negeri masuk ke Indonesia.

"Memang ada pro dan kontra karena takut harga naik. Padahal, orang asing enggak diizinkan (punya properti) pun, harga naik," imbuh dia.

Menurut Suryadi, puluhan juta orang di Tanah Air masih membutuhkan rumah, termasuk untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Artinya, dengan adanya kebutuhan rumah tersebut otomatis harga hunian pun terus merangkak naik.

"Puluhan juta orang masih membutuhkan rumah, termasuk yang bawah. Artinya, kita butuh," tegasnya.

Suryadi menambahkan, dampak positif dari regulasi kepemilikan properti oleh asing adalah para ekspatriat yang banyak bekerja di Indonesia tidak mudah hengkang dari Tanah Air. Pasalnya, selama ini banyak di antara mereka yang kabur jika usahanya bangkrut.

"Banyak asing berusaha di Indonesia. Kalau mereka tinggal di sini, mereka enggak gampang kabur. Dia kan banyak tanam investasi di sini. Untung diambil, kalau rugi ditinggalin. Jadi, mereka nggak gampang kabur," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Perkuat Modal Ekspansi...
Perkuat Modal Ekspansi Properti, Graha Agung Kencana Gandeng Salvatore Financial
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved