Anggaran Program 1 Juta Rumah Diperkirakan Rp10,2 T

Kamis, 09 Juli 2015 - 21:29 WIB
Anggaran Program 1 Juta...
Anggaran Program 1 Juta Rumah Diperkirakan Rp10,2 T
A A A
JAKARTA - Program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menggenjot pembangunan satu juta rumah diperkirakan menelan biaya Rp10,2 triliun.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan, program pemerintah tersebut telah masuk dalam APBN 2016. Anggaran pembiayaan perumahan ini terdiri untuk KPR FLPP dan subsidi selisih bunga.

"Pagu indikatif yang kita ajukan ke Kemenkeu adalah sebesar Rp9,3 triliun untuk KPR FLPP, sementara untuk subsidi selisih suku bunga sebesar Rp900 miliar," kata Maurin dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Skim KPR FLPP atau Kredit Kepemilikan Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dan skim subsidi selisih bunga (SSB) rencananya akan diterapkan oleh Kementerian PUPR pada 2016.

Mekanismenya, pemerintah akan menerapkan terlebih dahulu skim KPR FLPP untuk rentang waktu dari Januari 2016 atau sampai dana untuk skim KPR FLPP habis.

"Selanjutnya, apabila KPR FLPP 2016 telah habis, kita akan memberlakukan skim subsidi selisih suku bunga. Hal ini sama dengan konsep pembiayaan yang akan dijalankan di 2015," terang Maurin.

Dari alokasi anggaran sebesar Rp9,3 triliun melalui skim KPR FLPP ini menurut Maurin dapat membangun perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar 100.000 unit.

Terkait skim SSB, dananya 100% disiapkan perbankan, pemerintah nanti yang akan membayar selisih suku bunganya, yaitu selisih suku bunga KPR FLPP dan suku bunga komersil.

"Pemberlakuan skim subsidi selisih bunga ini tidak akan merugikan perbankan. Keuntungan bank akan tetap dan masyarakat berpenghasilan rendah atau debitur tetap membayar suku bunga sebesar 5%," katanya.

Sebagai informasi, saat ini realisasi KPR FLPP di 2015, dari Januari-Mei mencapai 28.740 unit dan mulai Agustus sampai Desember 2015, pemerintah akan memberlakukan skim SSB yang diperkirakan dapat menyerap sekitar 55.000 unit rumah.

Selain itu, pada tahun ini juga pemerintah mengalokasikan anggaran untuk subsidi uang muka sebesar Rp220 miliar untuk 55.000 unit rumah. Selanjutnya, yang menjadi persoalan sekarang, apakah MBR dapat mengakses fasilitas skim SSB dan subsidi uang muka secara bersamaan?.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved