Bursa China Anjlok, IHSG Diramal Susut ke 4.700
Jum'at, 10 Juli 2015 - 06:29 WIB
Bursa China Anjlok, IHSG Diramal Susut ke 4.700
A
A
A
JAKARTA - Head of Reserch Bloomberg TV Indonesia, Arwani Pranajaya meramalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menyusut akibat anjloknya bursa saham China. Dia memperkirakan IHSG akan melemah hingga menyentuh level 4.700.
Kondisi ini membuat kondisi pasar saham resisten. "Saya tidak tahu chartnya, tapi bisa menembus 4.700," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Arwani menyarankan agar pelaku pasar tidak terlalu agresif dalam akumulasi saham. Persoalannya adalah jika membeli di harga murah dikhawatirkan justru nanti akan anjlok lebih dalam.
Meski China telah melakukan antisipasi termasuk membatasi penjualan saham, langkah tersebut dinilai tidak cukup. "Itu tidak kuat, karena Dow Jones pada 1929 melakukan hal serupa yang dilakukan China, itu tetap jebol," jelas Arwani.
Anjloknya bursa saham di China telah menjadi faktor paling meresahkan bagi pasar modal Tanah Air. Pasalnya, kegiatan perekonomian seperti ekspor ke negeri tirai bambu terbilang besar. "Faktor China lebih besar, lebih kuat ke pasar kita daripada Yunani," pungkasnya.
Baca juga:
Bursa Saham Indonesia Bakal Kena Imbas Tragedi NYSE
Bursa NYSE Terhenti, Obama Pantau 24 Jam
Gangguan Bursa New York Tak Pengaruhi Bursa RI
Kondisi ini membuat kondisi pasar saham resisten. "Saya tidak tahu chartnya, tapi bisa menembus 4.700," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Arwani menyarankan agar pelaku pasar tidak terlalu agresif dalam akumulasi saham. Persoalannya adalah jika membeli di harga murah dikhawatirkan justru nanti akan anjlok lebih dalam.
Meski China telah melakukan antisipasi termasuk membatasi penjualan saham, langkah tersebut dinilai tidak cukup. "Itu tidak kuat, karena Dow Jones pada 1929 melakukan hal serupa yang dilakukan China, itu tetap jebol," jelas Arwani.
Anjloknya bursa saham di China telah menjadi faktor paling meresahkan bagi pasar modal Tanah Air. Pasalnya, kegiatan perekonomian seperti ekspor ke negeri tirai bambu terbilang besar. "Faktor China lebih besar, lebih kuat ke pasar kita daripada Yunani," pungkasnya.
Baca juga:
Bursa Saham Indonesia Bakal Kena Imbas Tragedi NYSE
Bursa NYSE Terhenti, Obama Pantau 24 Jam
Gangguan Bursa New York Tak Pengaruhi Bursa RI
(dmd)
Lihat Juga :