Ekonomi Singapura Tiba-tiba Menyusut

Selasa, 14 Juli 2015 - 12:37 WIB
Ekonomi Singapura Tiba-tiba...
Ekonomi Singapura Tiba-tiba Menyusut
A A A
SINGAPURA - Ekonomi Singapura tak terduga mengalami kontraksi pada kuartal dua karena lesunya permintaan global membuat sektor manufaktur negara tersebut meredupkan prospek pertumbuhan di mitra dagang utama China.

Sepeti dikutip dari Reuters, Selasa (14/5/2015), produk domestik bruto (PDB) menyusut 4,6% pada kuartal kedua dari kuartal sebelumnya, tertekan sektor manufaktur, memajukan perkiraan dari Departemen Perdagangan dan Industri (MTI) setempat.

Hal itu kontras dengan ekspansi 4,2% direvisi clock pada kuartal pertama dan jauh di bawah perkiraan median pertumbuhan 0,8% dalam jajak pendapat Reuters.

Jonathan Cavenagh, ahli strategi FX senior Westpac mengatakan, pembacaan PDB miskin bisa mencadangkan harapan untuk Otoritas Moneter Singapura (MAS) untuk memudahkan kebijakan moneter nilai tukar akhir tahun ini.

Manufaktur cenderung cukup stabil, PDB lemah belum tentu awal dari downtrend tajam dalam kegiatan. "Namun, dengan latar belakang inflasi sudah lemah, sedikit MAS mengurangi harapan dapat merayap kembali ke pasar. Sehingga sulit untuk tidak melihat USD/SGD lebih tinggi di bagian belakang ini," kata Cavenagh.

Dolar Singapura merosot ke tingkat terendah dalam satu bulan setelah data PDB yang lemah, jatuh ke 1,3622 terhadap dolar AS pada satu titik, level terendah sejak 8 Juni.

Kejutan kontraksi ekonomi ini terjadi di tengah kekhawatiran tentang prospek global, dengan krisi Yunani mengancam pemulihan yang rapuh di zona euro dan kekalahan terakhir di risiko berpose pasar saham China untuk sudah pendinginan pertumbuhan raksasa ekonomi Asia.

Sektor manufaktur Singapura mengambil beban penurunan pada kuartal kedua. MTI mengatakan, kontraksi di sektor ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan output dalam kelompok teknik biomedis dan transportasi.

Sektor manufaktur berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan terakhir, dengan produksi industri pada April dan Mei jatuh lebih dari yang diharapkan dari tahun sebelumnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PM Singapura Akan Serahkan...
PM Singapura Akan Serahkan Kepemimpinan PAP Kepada Lawrence Wong
Singapore Dream Sudah...
Singapore Dream Sudah Mengalami Pergeseran, Apa Pemicunya?
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
60 Tahun Merdeka, Berikut...
60 Tahun Merdeka, Berikut 5 Tantangan yang Menghantui Singapura
Takut Dilanda Kerusuhan,...
Takut Dilanda Kerusuhan, Singapura Tolak Masuk Aktivis Hong Kong
Berita Terkini
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
13 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
34 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
1 jam yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
2 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved