KAI Optimistis Pendapatan Lebaran Tembus Rp500 M
Selasa, 28 Juli 2015 - 16:58 WIB
KAI Optimistis Pendapatan Lebaran Tembus Rp500 M
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) optimistis bisa meraup pendapatan sebesar Rp500 miliar selama musim libur lebaran tahun ini.
Direktur Komersial PT KAI Herlianto mengatakan, sepanjang penyelenggaraan musim libur lebaran atau dari H-15 hingga kemarin, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp423,8 miliar. Raihan tersebut meningkat 25% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp339 miliar.
"Kami juga memperpanjang angkutan lebaran hingga 2 Agustus 2014, diperkirakan pendapatan kita mencapai Rp500 miliar," katanya dalam jumpa persnya di Jakarta, Selasa (28/7/2015).
Dia menjelaskan, pendapatan tersebut didapatkan sejak H-15 hingga H+8, atau sejak 2 Juli 2015 hingga 26 Juli 2015. Dengan adanya perpanjangan posko lebaran, Herlianto menegaskan pendapatan KAI akan semakin bertambah.
PT KAI selama perayaan Lebaran tahun ini telah mengoperasikan setidaknya 15 rangkaian kereta tambahan dari total rangkaian yang dioperasikan saat ini sekitar 185 rangkaian, dengan total rute mencapai 370 perjalanan.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tengah lesu saat ini, sama sekali tidak berdampak terhadap penggunaan angkutan kereta. Hal tersebut terbukti dengan larisnya penjualan tiket di Pulau Jawa selama musim lebaran 2015 pada H-7 hingga H+7.
Tercatat total penumpang kereta jarak jauh dan menengah saat H-7 hingga H+7 telah mencapai angka 1,89 juta penumpang atau naik 8% dari realisasi tahun lalu.
"Jadi koneksi antara pelambatan ekonomi dengan penggunaan KA saya rasa tidak ada. Itu terbukti di musim lebaran semua tempat duduk (TD) terjual habis, bahkan hingga hari ini masih ada yang mencari TD. Ukuran KAI, tiket terjual habis saat H-7 sampai H+7 lebaran," kata Edi.
Edi juga menyatakan bahwa pengguna jasa KRL Commuter Line terus mengalami peningkatan. Tercatat, pada musim lebaran H-7 sampai H+6 mencapai 9,33 juta penumpang menggunakan kereta untuk rute pendek. Angka ini naik 26% dari tahun sebelumnya.
"Hal tersebut menandakan bahwa pada masa lebaran pun, Commuter Line tetap menjadi alat transportasi andalan bagi masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya," tandas dia.
Direktur Komersial PT KAI Herlianto mengatakan, sepanjang penyelenggaraan musim libur lebaran atau dari H-15 hingga kemarin, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp423,8 miliar. Raihan tersebut meningkat 25% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp339 miliar.
"Kami juga memperpanjang angkutan lebaran hingga 2 Agustus 2014, diperkirakan pendapatan kita mencapai Rp500 miliar," katanya dalam jumpa persnya di Jakarta, Selasa (28/7/2015).
Dia menjelaskan, pendapatan tersebut didapatkan sejak H-15 hingga H+8, atau sejak 2 Juli 2015 hingga 26 Juli 2015. Dengan adanya perpanjangan posko lebaran, Herlianto menegaskan pendapatan KAI akan semakin bertambah.
PT KAI selama perayaan Lebaran tahun ini telah mengoperasikan setidaknya 15 rangkaian kereta tambahan dari total rangkaian yang dioperasikan saat ini sekitar 185 rangkaian, dengan total rute mencapai 370 perjalanan.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tengah lesu saat ini, sama sekali tidak berdampak terhadap penggunaan angkutan kereta. Hal tersebut terbukti dengan larisnya penjualan tiket di Pulau Jawa selama musim lebaran 2015 pada H-7 hingga H+7.
Tercatat total penumpang kereta jarak jauh dan menengah saat H-7 hingga H+7 telah mencapai angka 1,89 juta penumpang atau naik 8% dari realisasi tahun lalu.
"Jadi koneksi antara pelambatan ekonomi dengan penggunaan KA saya rasa tidak ada. Itu terbukti di musim lebaran semua tempat duduk (TD) terjual habis, bahkan hingga hari ini masih ada yang mencari TD. Ukuran KAI, tiket terjual habis saat H-7 sampai H+7 lebaran," kata Edi.
Edi juga menyatakan bahwa pengguna jasa KRL Commuter Line terus mengalami peningkatan. Tercatat, pada musim lebaran H-7 sampai H+6 mencapai 9,33 juta penumpang menggunakan kereta untuk rute pendek. Angka ini naik 26% dari tahun sebelumnya.
"Hal tersebut menandakan bahwa pada masa lebaran pun, Commuter Line tetap menjadi alat transportasi andalan bagi masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya," tandas dia.
(rna)
Lihat Juga :