Ekspor Tekstil Loyo meski USD Makin Perkasa

Selasa, 28 Juli 2015 - 22:29 WIB
Ekspor Tekstil Loyo...
Ekspor Tekstil Loyo meski USD Makin Perkasa
A A A
JAKARTA - Pengurus Kadin dan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, ekspor tekstil tidak bergairah meski dolar Amerika Serikat (USD) semakin perkasa terhadap rupiah.

Pasalnya, Ade mengatakan, pasar luar negeri juga sedang mengalami pelemahan daya beli mengingat ekonomi global sedang dalam kondisi tidak bagus.

"Pelemahan itu (rupiah) seharusnya di industri tekstil, menggairahkan untuk ekspor. Karena kita posisinya dari total produksi itu 60% untuk tujuan ekspor. Tapi itu enggak terjadi. Karena pertama, pasar luar negeri sedang dalam kondisi lemah," kata Ade di Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Pelemahan ini, kata dia, ditandai dengan suku bunga yang cukup tinggi di AS sehingga USD banyak menumpuk di AS. Begitu juga dengan krisis di Eropa yang saat ini terjadi.

"Meski kita enggak jual ke Yunani, tapi itu pertanda bahwa di sana ada negara yang mirip dengan Yunani yang problemnya akan sama, itu Spanyol, Italia, Portugis. ini akan menekan depresi kita," ujarnya.

Ade juga beranggapan bahwa pelemahan mata uang ini bukan terhadap rupiah saja. Tapi juga yen terhadap USD turun hampir 40%. Dari 80 yen per USD menjadi 120 yen per USD.

"Tentu ini yang jadi berat, tekanan utang kita dalam bentuk USD. Selama kita lakukan ekspor, utang itu enggak akan jadi beban. Namun karena bahan bakunya impor dalam USD, dan kita jual dalam negeri hanya 40%, maka sekarang kita lebih banyak menggiring barang kita, sebisa mungkin, sebesarnya untuk diekspor kembali. Biar pendapatannya dari USD ke USD," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
36 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
59 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved