Alfamart Tahan Harga di Tengah Pelemahan Rupiah

Selasa, 28 Juli 2015 - 18:51 WIB
Alfamart Tahan Harga...
Alfamart Tahan Harga di Tengah Pelemahan Rupiah
A A A
JAKARTA - Pengelola jaringan ritel Alfamart berupaya menahan harga sedemikian rupa meskipun kondisi perekonomian Indonesia sedang lesu. Di mana saat ini dolar AS (USD) terus menguat yang membuat rupiah semakin terpuruk.

Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira mengaku, menguatnya nilai tukar dolar AS (USD) terhadap rupiah dapat mengancam keberlangsungan usaha perusahaan lokal termasuk industri ritel.

Dia menyebut, meskipun yang dijual di minimarketnya adalah produk lokal tetapi banyak di antaranya mengandung komponen impor. Karenanya, jika dolar tetap tidak terkendali, maka kenaikan harga produk pun menjadi tidak terelakkan. "Walaupun kita membelinya lokal, komponen impornya tinggi sekali," tegasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2015).

Menurut Hans, pemasok produk sampai saat ini terus berusaha menahan harga menghadapi pertumbuhan ekonomi yang menurun. Namun, jika USD terus menguat, akan sulit untuk menahan harga tetap pada posisi seperti saat ini.

"Yang kami khawatirkan adalah kenaikan harga dari pemasok. Tapi selama dolar masih relatif di angka Rp13.500 dan tidak terlalu naik, kami masih akan terus bertahan," ujarnya.

Hans menerangkan, permasalahannya adalah nilai tukar USD yang tidak bisa terkontrol karena dipengaruhi ekonomi global. Jika USD terus naik maka sedikit banyak akan berimbas pada kenaikan harga termasuk di industri ritel.

“Di tahun 2015, ada beberapa kategori produk yang harganya naik 9-11%. Salah satunya susu. Oleh sebab itu, jika memang harus ada kenaikan harga, maka akan dinaikkan perlahan antara 3-4%,” tuturnya.

Melihat situasi ekonomi yang lemah, Alfamart tidak akan menaikkan harga produk seluruhnya karena daya beli masyarakat yang relatif rendah. "Tahun 2014 sudah banyak yang naik. Jadi ini juga bisa dibilang merupakan imbas kenaikan harga tahun lalu," imbuhnya.

Meski kondisi ekonomi sedang sulit, dia tetap berusaha mempertahankan pendapatan. Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan 14-15%.

Menurutnya, ada dua hal yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, di antaranya konsolidasi internal dan efisiensi. "Efisiensi salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi. Misalnya, penggunaan tablet untuk aktivitas reporting, jadi tidak perlu dicetak di kertas lagi," tandasnya.

Baca: Laporan Donasi Konsumen Alfamart Semester I 2015
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Emiten Pengelola Alfamart...
Emiten Pengelola Alfamart Siap Lunasi Obligasi Rp1 Triliun
Legal Alfamart Raih...
Legal Alfamart Raih Penghargaan Indonesian In-House Counsel Awards 2022
Gerah Dikabarkan Suntik...
Gerah Dikabarkan Suntik Bank Aladin, Alfamart Buka Suara
Buka Gerai Baru dan...
Buka Gerai Baru dan Perpanjang Sewa Toko, Alfamart Bakal Gelontorkan Rp4,4 Triliun
Emiten Pengelola Alfamart...
Emiten Pengelola Alfamart Cetak Kenaikan Laba 73% Saat Pandemi
Laba Bersih Naik 28%,...
Laba Bersih Naik 28%, Alfamart Kantongi Rp1,6 Triliun di Semester I-2023
Berita Terkini
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
24 menit yang lalu
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
2 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
4 jam yang lalu
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
5 jam yang lalu
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
6 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved