Kekhawatiran Bursa China Surut, Wall Street Melesat

Rabu, 29 Juli 2015 - 08:56 WIB
Kekhawatiran Bursa China...
Kekhawatiran Bursa China Surut, Wall Street Melesat
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street berakhir melesat pada Selasa waktu setempat karena kekhawatiran terhadap bursa China surut.

Perhatian investor telah bergeser dari kejatuhan bursa China ke kinerja emiten di Amerika Serikat (AS) dan spekulasi bahwa Federal Reserve (the Fed) akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.

Dengan pertemuan kebijakan the Fed selama dua hari yang berakhir pada Rabu waktu setempat, investor mencari sinyal tentang waktu penaikan suku bunga.

"September mungkin tetapi kemungkinan meningkat bahwa kenaikan suku bunga dilakukan pada Desember," kata Kepala Strategi Saham di US Bank Wealth Management Terry Sandven, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (29/7/2015).

Semua sektor di indeks S&P 500 naik, dengan sektor energi melompat sebesar 2,99% karena harga minyak pulih dari posisi terendah enam bulan.

Sementara kepercayaan konsumen AS melemah pada bulan Juli ke level terendah sejak September karena kurang optimistisnya investor pada pasar tenaga kerja.

Adapun laporan kinerja emiten pada kuartal II berjalan baik. Data Reuters menyebut bahwa analis memperkirakan laba emiten di S&P 500 naik tipis 0,3% dan pendapatan menurun 4,0%.

Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencatat kenaikan lebih dari 1%, sedangkan Nasdaq Composite sedikit di bawahnya. Dow Jones Industrial Average naik 1,09% ke 17.630,27; indeks S&P 500 naik 1,24% menjadi 2.093,25 dan Nasdaq bertambah 0,98% menjadi 5.089,21.

Sebanyak 7,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di atas rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 6,7 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
8 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved