Ekonomi AS Kuartal II Tumbuh, Wall Street Mendatar

Jum'at, 31 Juli 2015 - 08:46 WIB
Ekonomi AS Kuartal II...
Ekonomi AS Kuartal II Tumbuh, Wall Street Mendatar
A A A
NEW YORK - Wall Street berakhir mendatar pada Kamis waktu setempat karena investor mencermati kinerja emiten dan data baru yang menunjukkan bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih cepat pada kuartal II tahun ini.

Laporan produk domestik bruto (PDB) AS pada Kamis mengangkat USD karena beberapa investor bertaruh suku bunga akan naik pada September, bukan Desember.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih cepat pada kuartal II karena solidnya pengeluaran konsumen, mengimbangi lemahnya pengeluaran bisnis pada peralatan, menunjukkan stabililtas yang bisa membawa Federal Reserve (the Fed) lebih dekat untuk menaikkan suku bunga tahun ini.

Saham Procter & Gamble (PG.N), Facebook (FB.O) dan Whole Foods Market (WFM.O) semua jatuh setelah laporan kuartalan, yang di bawah estimasi investor. Procter & Gamble turun 4,0%, Facebook terkoreksi 1,8% dan Whole Foods merosot 11,6 persen.

Enam dari 10 sektor di indeks S&P menguat, dengan sektor utilitas (SPLRCU) melonjak 0,72%, sedangkan sektor energi (SPNY) megalami koreksi terdalam mencapai 0,65%.

Dengan 64% perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan hasil kuartal II, analis memperkirakan laba bersih keseluruhan naik tipis 1% dan pendapatan menurun 3,6%.

"Laba bersih belum besar. Kami berada dalam lingkungan pertumbuhan lambat dan apa pun yang akan menyebabkan penurunan lebih lanjut tidak akan baik bagi pasar." kata strategi investasi di LPL Financial John Canally, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (31/7/2015).

Dow Jones Industrial Average berakhir susut 0,03% menjadi 17.745,98; indeks S&P 500 tidak berubah dan tetap di 2.108,63 dan indeks Nasdaq bertambah 0,33% menjadi 5.128,79.

Sebanyak 6,4 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata harian bulan ini sebanyak 6,7 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
24 menit yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
12 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved