Fenomena USD Berakhir Tergantung Janet Yellen

Rabu, 05 Agustus 2015 - 04:27 WIB
Fenomena USD Berakhir...
Fenomena USD Berakhir Tergantung Janet Yellen
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai, fenomena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) terhadap seluruh mata uang dunia akan berakhir, jika Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Janet Yellen memberikan kepastian soal kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Rate).

Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara mengungkapkan, situasi ekonomi dunia akan kembali normal saat suku bunga AS tersebut sudah dipastikan naik. Aliran dana pun akan kembali masuk ke Indonesia.

"Kalau nanti suku bunga AS sudah naik sekali, dua kali situasi ini akan back to normal. Orang akan melihat emerging market dan mungkin capital inflow akan masuk kembali ke Indonesia dan ke emerging market," katanya di gedung BI, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Menurutnya, yang terpenting Indonesia terus melakukan reformasi struktural. Misalnya, insentif pajak yang diberikan pemerintah lewat tax allowance dan tax holiday. Selain itu, proses birokrasi perizinan yang sudah dibuat satu pintu lewat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Izin-izin migas disederhanakan dari 350 izin sekarang tinggal 42 atau berapa izin. Itu kan semua deregulasi," imbuh dia.

Hal tersebut tentu akan menjadi daya tarik agar aliran dana kembali masuk ke Tanah Air. "Jadi itu akan tiba waktunya di mana perbaikan fundamental struktural Indonesia ini akan kembali diapresiasi orang," tandas Mirza.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
45 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Fenomena di Kuwait:...
Fenomena di Kuwait: 34 Menit Menikah vs 75 Menit Perceraian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved