Wall Street Turun Tajam Tertekan Saham Media
Jum'at, 07 Agustus 2015 - 07:27 WIB
Wall Street Turun Tajam Tertekan Saham Media
A
A
A
NEW YORK - Wall Street berakhir turun tajam pada Kamis waktu setempat karena laporan lemahnya laba bersih emiten media memberi kekhawatiran bahwa akan lebih banyak pemirsa berhenti berlangganan TV kabel, menyeret sektor ini menuju kerugian terburuk dua hari sejak krisis keuangan.
Aksi jual diperparah oleh kecemasan menjelang data pekerjaan pada Jumat waktu setempat, yang bisa memberikan petunjuk tentang waktu bagi Federal Reserve (the Fed) dalam menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.
Saham Viacom anjlok 14,22% ke posisi terendah dalam hampir empat tahun setelah melaporkan pendapatan kuartalan lebih rendah dari perkiraan karena melemahnya bisnis TV kabelnya. Sementara saham Walt Disney turun 1,79% pada sesi kedua setelah susutnya keuntungan unit perusahaan jaringan TV kabel.
Sektor media di indeks S&P 500 kehilangan 2,12%, kejatuhan terbesar sejak November 2008, dengan Time Warner, Comcast dan CBS berada dalam teritori merah dan Twenty-First Century Fox turun 6,4%.
"Semua saham media turun dan tampaknya orang-orang hanya ingin keluar dari sektor berbiaya dan memberi kerugian," kata analis CLSA Vasily Karasyov, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (7/8/2015).
Hasil Viacom dan Disney menyoroti pada tren pemirsa bergeser dari TV kabel ke layanan berbasis internet, seperti Netflix, yang naik 2,21%.
Dow Jones Industrial Average turun 0,69% menjadi berakhir pada 17.419,75 dan indeks S&P 500 kehilangan 0,78% menjadi 2.083,56, sedangkan Nasdaq anjlok 1,62% menjadi 5.056,44, jatuh terbesar satu hari sejak awal Juli.
Sekitar 7,8 miliar saham ditransaksikan di semua bursa AS, jauh di atas rata-rata dalam lima sesi terakhir sebanyak 6,77 miliar saham.
Aksi jual diperparah oleh kecemasan menjelang data pekerjaan pada Jumat waktu setempat, yang bisa memberikan petunjuk tentang waktu bagi Federal Reserve (the Fed) dalam menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.
Saham Viacom anjlok 14,22% ke posisi terendah dalam hampir empat tahun setelah melaporkan pendapatan kuartalan lebih rendah dari perkiraan karena melemahnya bisnis TV kabelnya. Sementara saham Walt Disney turun 1,79% pada sesi kedua setelah susutnya keuntungan unit perusahaan jaringan TV kabel.
Sektor media di indeks S&P 500 kehilangan 2,12%, kejatuhan terbesar sejak November 2008, dengan Time Warner, Comcast dan CBS berada dalam teritori merah dan Twenty-First Century Fox turun 6,4%.
"Semua saham media turun dan tampaknya orang-orang hanya ingin keluar dari sektor berbiaya dan memberi kerugian," kata analis CLSA Vasily Karasyov, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (7/8/2015).
Hasil Viacom dan Disney menyoroti pada tren pemirsa bergeser dari TV kabel ke layanan berbasis internet, seperti Netflix, yang naik 2,21%.
Dow Jones Industrial Average turun 0,69% menjadi berakhir pada 17.419,75 dan indeks S&P 500 kehilangan 0,78% menjadi 2.083,56, sedangkan Nasdaq anjlok 1,62% menjadi 5.056,44, jatuh terbesar satu hari sejak awal Juli.
Sekitar 7,8 miliar saham ditransaksikan di semua bursa AS, jauh di atas rata-rata dalam lima sesi terakhir sebanyak 6,77 miliar saham.
(rna)
Lihat Juga :