Rupiah Merosot, Bank Harda Selektif Cari Pasar
Rabu, 12 Agustus 2015 - 11:11 WIB
Rupiah Merosot, Bank Harda Selektif Cari Pasar
A
A
A
JAKARTA - Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) akan selektif mencari pasar (market) untuk penyaluran kredit akibat kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang makin merosot.
Direktur Utama Bank Harda Internasional Antonius Prabowo Argo mengatakan, meskipun perusahaan bukan bank devisa, tapi banyak sektor yang terkena dampak pelemahan rupiah.
"Karena kami bank nondevisa, kita selektif cari market. Semua dana yang ada itu rupiah, tidak ada mata uang asing," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya, anjloknya rupiah tidak secara langsung mempengaruhi perusahaan. Justru yang terkena beberapa sektor untuk penyaluran kredit.
"Market melemah, daya beli menurun. Industri terkait impor, biaya produksinya naik, yang parah bisa jadi rugi," jelas Antonius.
Ke depannya, Bank Harda mengincar sektor yang masih memiliki prospek baik untuk menyalurkan kredit. Perseroan akan fokus ke sektor retail.
"Kita fokus ritel, perdagangan umum dan eceran. Perdagangan umum, seperti toko di Tanah Abang dan Mangga Dua," pungkasnya.
Baca:
Khawatir Perang Mata uang, Rupiah Dibuka Terkapar
Saham Perdana Bank Harda Internasional Naik 9 Poin
Direktur Utama Bank Harda Internasional Antonius Prabowo Argo mengatakan, meskipun perusahaan bukan bank devisa, tapi banyak sektor yang terkena dampak pelemahan rupiah.
"Karena kami bank nondevisa, kita selektif cari market. Semua dana yang ada itu rupiah, tidak ada mata uang asing," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya, anjloknya rupiah tidak secara langsung mempengaruhi perusahaan. Justru yang terkena beberapa sektor untuk penyaluran kredit.
"Market melemah, daya beli menurun. Industri terkait impor, biaya produksinya naik, yang parah bisa jadi rugi," jelas Antonius.
Ke depannya, Bank Harda mengincar sektor yang masih memiliki prospek baik untuk menyalurkan kredit. Perseroan akan fokus ke sektor retail.
"Kita fokus ritel, perdagangan umum dan eceran. Perdagangan umum, seperti toko di Tanah Abang dan Mangga Dua," pungkasnya.
Baca:
Khawatir Perang Mata uang, Rupiah Dibuka Terkapar
Saham Perdana Bank Harda Internasional Naik 9 Poin
(rna)
Lihat Juga :