Wall Street Berakhir Variatif karena Saham Energi
Jum'at, 14 Agustus 2015 - 08:43 WIB
Wall Street Berakhir Variatif karena Saham Energi
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada Kamis waktu setempat berakhir variatif karena turunnya saham energi, mengimbangi rebound dalam penjualan retail dan kuatnya kinerja Cisco.
Sektor energi di indeks S&P (SPNY) turun 1,4%, memimpin penurunan di indeks S&P 500 karena susutnya harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) ke level terendah 6,5 tahun.
Sektor konsumen di indeks S&P (SPLRCD) naik 0,6%, terbesar di antara 10 sektor di indeks S&P. Sementara penjualan retail AS naik pada Juli, sementara tren klaim pengangguran pasar tenaga kerja mingguan menunjukkan pengetatan.
Data mendukung pandangan bahwa Federal Reserve (the Fed) bisa menaikkan suku bunga pada awal bulan depan, mengimbangi spekulasi penaikkan pada Desember setelah China mendevaluasi mata uangnya.
"Pasar masih menyesuaikan diri dengan devaluasi yuan, yang menciptakan banyak ketidakpastian," kata Kepala Strategi Pasar Michael O'Rourke di JonesTrading, seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2015).
Saham Cisco (CSCO.O) melonjak 2,9% menjadi USD28,70, memberikan dorongan terbesar ke indeks Nasdaq dan S&P 500.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 5,74 poin atau 0,03% ke 17.408,25; indeks S&P 500 kehilangan 2,66 poin atau 0,13% ke 2.083,39; dan Nasdaq Composite turun 10,83 poin atau 0,21% ke 5.033,56.
Sekitar 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, naik dibanding rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 7,1 miliar saham.
Sektor energi di indeks S&P (SPNY) turun 1,4%, memimpin penurunan di indeks S&P 500 karena susutnya harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) ke level terendah 6,5 tahun.
Sektor konsumen di indeks S&P (SPLRCD) naik 0,6%, terbesar di antara 10 sektor di indeks S&P. Sementara penjualan retail AS naik pada Juli, sementara tren klaim pengangguran pasar tenaga kerja mingguan menunjukkan pengetatan.
Data mendukung pandangan bahwa Federal Reserve (the Fed) bisa menaikkan suku bunga pada awal bulan depan, mengimbangi spekulasi penaikkan pada Desember setelah China mendevaluasi mata uangnya.
"Pasar masih menyesuaikan diri dengan devaluasi yuan, yang menciptakan banyak ketidakpastian," kata Kepala Strategi Pasar Michael O'Rourke di JonesTrading, seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2015).
Saham Cisco (CSCO.O) melonjak 2,9% menjadi USD28,70, memberikan dorongan terbesar ke indeks Nasdaq dan S&P 500.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 5,74 poin atau 0,03% ke 17.408,25; indeks S&P 500 kehilangan 2,66 poin atau 0,13% ke 2.083,39; dan Nasdaq Composite turun 10,83 poin atau 0,21% ke 5.033,56.
Sekitar 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, naik dibanding rata-rata harian sepanjang bulan ini sebanyak 7,1 miliar saham.
(rna)
Lihat Juga :