BKPM Target Porsi Investasi Manufaktur 52,7% di 2016

Jum'at, 14 Agustus 2015 - 13:20 WIB
BKPM Target Porsi Investasi...
BKPM Target Porsi Investasi Manufaktur 52,7% di 2016
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan porsi investasi sektor manufaktur hingga 52,7% atau sebesar Rp313,5 triliun dari keseluruhan realisasi investasi 2016, yang ditargetkan mencapai Rp594,8 triliun.

Sementara pada tahun ini investasi manufaktur sebesar Rp211,9 triliun dari target sebesar Rp519,5 triliun.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, peningkatan porsi investasi sektor manufaktur merupakan upaya mendorong transformasi ekonomi Indonesia dari berbasis konsumsi menjadi berbasis produksi.

"Bapak presiden dalam pidatonya menyebutkan adanya perubahan paradigma ekonomi dari yang bersifat konsumtif ke produktif, dengan memperbesar porsi realisasi investasi sektor manufaktur akan mendukung terjadinya industrialisasi di masa mendatang," jelas Franky di Gedung Parlemen, Jumat (14/8/2015).

Dia mengatakan, pertumbuhan realisasi investasi sektor manufaktur berasal dari industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, industri makanan, industri kertas, barang dari kertas dan percetakan, serta industri manufaktur lainnya.

Dia optimistis target pertumbuhan investasi sektor manufaktur dapat tercapai, melihat realisasi semester 1/2015 di sektor tersebut tumbuh 20,47%.

"Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, realisasi investasi beberapa industri sektor manufaktur dapat tumbuh cukup tinggi, seperti industri logam, industri kimia, industri mineral nonlogam, industri tekstil dan Industri kayu. Meski pun ada beberapa industri yang perlu perhatian lebih, seperti industri makanan dan industri alas kaki," tutur Franky.

Untuk merealisasikan target tersebut, BKPM menempatkan sektor industri sebagai salah satu prioritas pemasaran investasi, selain infrastruktur, pertanian, maritim serta pariwisata dan kawasan.

Franky menegaskan, BKPM juga akan berkoordinasi dengan Kementerian serta lembaga lainnya untuk mendorong kebijakan yang proinvestasi.

"Concern ke investor yang bersifat padat karya dan orientasi ekspor adalah adanya kepastian formula penentuan UMR yang berlaku setidaknya lima tahun serta kebijakan kerja sama perdagangan dengan negara lain untuk meningkatkan daya saing ekspor," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
4 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
5 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
5 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
5 jam yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved