Wall Street Alami Koreksi Harian Tertajam Sejak 2011

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 10:32 WIB
Wall Street Alami Koreksi...
Wall Street Alami Koreksi Harian Tertajam Sejak 2011
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada Jumat waktu setempat mengalami koreksi tertajam harian dalam hampir empat tahun atau 2011.

Hal itu menempatkan indeks Dow Jones lebih dari 10% di bawah rekor Mei tahun ini karena kekhawatiran terhadap perekonomian global, yang dipimpin China.

Dikutip dari Reuters, aksi jual di Wall Street pekan ini disebabkan penurunan harga energi dan perkiraan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS yang akan dilakukan secara bertahap.

Aksi jual meluas, dengan 10 sektor utama memerah. Indeks energi turun 2,6% karena minyak mentah AS turun di bawah USD40/barel untuk kali pertama sejak krisis keuangan 2009.

Banyak investor masih mengantisipasi bank sentral AS akan mulai menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini, tetapi sedikit dari mereka mengharapkan kenaikan pada September setelah rilis hasil pertemuan Fed pada Juli lalu.

Bursa saham sepanjang tahun ini bergerak pada kisaran sempit, namun volatilitas melonjak bulan ini setelah China mengejutkan pasar dengan melakukan devaluasi mata uangnya. Data manufaktur China yang lemah China pada hari Jumat dan penurunan pasar saham China mendorong koreksi di akhir pekan.

Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 530,94 poin atau 3,12% ke 16.459,75; indeks S&P 500 kehilangan 64,84 poin atau 3,19% ke 1.970,89 dan Nasdaq Composite merosot 171,45 poin atau 3,52% ke 4.706,04.

Sekitar 10,6 miliar saham yang diperdagangkan di bursa AS, jauh di atas rata-rata bulan ini sebanyak 6,75 miliar saham.

Sementara investor pada pekan depan akan fokus pada data perumahan, yang kuat akhir-akhir ini, dan rilis produk domestik bruto (PDB) kuartal II.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
3 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
4 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
6 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
7 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
8 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
10 jam yang lalu
Infografis
Asal Usul Gaza Palestina,...
Asal Usul Gaza Palestina, Kota Penting Sejak Zaman Romawi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved