Utang Menumpuk, AS Diramal Akan Bangkrut seperti Yunani

Rabu, 26 Agustus 2015 - 15:48 WIB
Utang Menumpuk, AS Diramal...
Utang Menumpuk, AS Diramal Akan Bangkrut seperti Yunani
A A A
JAKARTA - Pengamat valuta asing (valas) Nico Omer menilai, Amerika Serikat (AS) perlahan akan bangkrut seperti Yunani‎ mengingat utang Negeri Paman Sam tersebut mencapai triliunan dolar Amerika Serikat (USD), dan termasuk negara dengan utang paling tinggi di dunia.

Menurutnya, saat ini utang AS mencapai USD18,2 triliun‎ dan itu belum termasuk tanggungan pemerintah kepada masyarakat berupa tunjangan kesehatan dan tunjangan pensiun (unfunded liabilities).

‎"Kalau kita jumlahkan semuanya, utang AS sebetulnya sudah lebih dari USD100 triliun. Mereka tidak mungkin bayar kembali, kalau kita melihat per kapita utangnya per orang di AS bahkan lebih tinggi dari Yunani," katanya di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Nico menilai, Indonesia atau negara berkembang lainnya tidak harus memandang AS sebagai negara adidaya yang menakutkan. Sebab, kemajuan yang dirasakannya berasal dari tumpukan utang.

"‎Saya pikir kita tidak usah membanggakan atau menakutkan AS sebagai negara adidaya. Karena mereka bukan maju dalam apa, tapi maju dalam penumpukan utang. Itu sebenarnya bukan suatu kebanggaan," tutur dia.

‎Menurutnya, Indonesia secara makro ekonomi jauh lebih sehat ketimbang AS. Hal ini terlihat dari rasio utang terhadap GDP, tingkat pertumbuhan, tingkat pertumbuhan GDP per kapita, inflasi, hingga suku bunga yang lebih baik di Tanah Air dibanding AS.

Kondisi ini, lanjut Nico, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan akan menguntungkan Indonesia. Sebab, investor akan berbondong-bondong menanamkan modalnya ke Indonesia, dibanding ke negara maju seperti AS yang terlilit utang puluhan triliun.

"‎Saya pikir kita dalam posisi yang jauh lebih bagus ketimbang AS. So 5-10 tahun ke depannya saya yakin investor asing justru akan berbondong untuk berinvestasi di Indonesia. Bukan di negara maju yang sudah jenuh. Karena populasinya sudah tua dan utangnya terlalu banyak," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved