Menkeu Kisahkan Kondisi Ekonomi RI dari Masa ke Masa

Senin, 31 Agustus 2015 - 15:26 WIB
Menkeu Kisahkan Kondisi...
Menkeu Kisahkan Kondisi Ekonomi RI dari Masa ke Masa
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengisahkan kondisi ekonomi Indonesia dari masa ke masa. Hal ini dalam rangka memperingati Hari Raya Kemerdekaan RI ke-70.

Dia mengatakan, pada 1970-an yang paling berkuasa adalah industri minyak dan gas (migas). Saat itu, Indonesia dimanjakan dengan limpahan sumber daya migas yang dimiliki. PT Pertamina (Persero) selaku BUMN migas pun menjadi paling berkuasa saat itu.

"Pada 1970-an yang paling berkuasa adalah Pertamina. Karena dia yang menyumbangkan PNBP paling besar. Ekonomi kita ekonomi migas," katanya di gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Setelah itu, lanjut Bambang, pada 1980-an Indonesia berpikir untuk menggeser pola ekonomi Indonesia yang bersumber pada migas tersebut. Hal ini mengingat harga minyak di pasar dunia yang fluktuatif, dan tidak bisa terus diandalkan.

Pada 1980-an, Indonesia mengubah haluan dengan mengembangkan sektor riil dan manufaktur. Kala itu, manufaktur menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 1990-an dan bahkan sampai krisis keuangan 1998.

"Tapi manufaktur yang berkembang itu dulu labour intensive. Belum lagi di sektor keuangan ada deregulasi besar-besaran di sektor perbankan, yang membuat semua orang bangun bank. Membuat semua pengusaha belum merasa jadi pengusaha kalau belum punya bank. Akibatnya kita tidak bisa menanggulangi buble saat krisis," terang dia.

Setelah lepas dari jerat krisis keuangan pada 1990-an, Indonesia kembali diuntungkan dengan melejitnya harga batu bara. Lagi-lagi, Tanah Air lupa bahwa harga komoditas tidak selamanya tinggi. Bahkan, pada saat harga batu bara tinggi pun belum tentu harga yang normal.

"Kalau tidak normal maka suatu saat bisa jatuh harganya. Nah saat itu jatuh, jadi kita terlambat mengantisipasi," imbuh Bambang.

Belajar dari pengalaman tersebut, sambung Bambang, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) kini kembali putar haluan dengan menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai pendongkrak ekonomi Indonesia. Pemerintah bakal membangun infrastruktur besar-besaran dan melibatkan sektor swasta.

"‎Karena saya yakin, gap defisit infrastruktur kita sudah sangat jauh. Ketersediaan infrastruktur tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi kita," tuturnya.

Pemerintah, lanjut mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ini, ke depannya juga akan fokus pada industri pengolahan yang berbasis sumber daya alam (SDA). Pemerintah melihat bahwa industri sawit memiliki masa depan sangat bagus. Maka, perlu diarahkan ke pengolahan agar nilai tambah jelas dan kompetitif di pasar internasional.

"‎Kita tidak hanya punya sawit, tapi punya kakao, kayu, dan yang berbasis perikanan. Kita kan enggak mau hanya jual ikan mentah, sebagian besar harus diolah. Itu juga bisa jadi industri masa depan. Jadi, kita fokus ke industri pengolahan berbasis SDA," tandas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
7 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
2 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
2 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
3 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved