LIPPO Group Bangun Ruang Workshop Sekolah

Rabu, 02 September 2015 - 08:59 WIB
LIPPO Group Bangun Ruang...
LIPPO Group Bangun Ruang Workshop Sekolah
A A A
Sebagai salah satu bentuk corporate social responsibility (CSR) dan kepedulian terhadap permasalahan sosial, pendidikan, dan kesehatan di Indonesia, Lippo Group melalui program Lippo Peduli bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan untuk pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan baik dari segi finansial, infrastruktur, sarana penunjang, atau dukungan lainnya.

Sebagai kepedulian terhadap para penyandang disabilitas intelektual / tunagrahita agar mereka mampu menjadi insan mandiri dan dapat berkontribusi dalam masyarakat, Lippo Group melalui program Lippo Peduli memberikan bantuan pembangunan ruang workshop dan empat ruang kelas di Sekolah Luar Biasa Asih Budi, Jalan Pendidikan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Asih Budi Retno Astoeti Aryanto S menyampaikan, perluasan gedung ini diharapkan dapat meningkatkan program pemberdayaan pemberian pendidikan dan latihan untuk membekali para tunagrahita, komunitas yang termarginalkan. Tujuan pendidikan dilakukan secara berkelompok untuk kehidupan di masyarakat, tidak hanya dari jenjang TK – SMK, tapi pembekalan agar siap pakai di masyarakat.

Beliau menjelaskan bahwa saat ini jumlah penyandang disabilitas intelektual versi Stanford Binne 2% ringan (mild), 0,5% sedang (moderate), dan 0,25% berat (profound) dari penduduk dunia. Perkiraan jumlah tersebut di Indonesia adalah 2,75% dari 280 juta sekitar 7,7 juta. Sentra pemberdayaan sosial ini adalah kerja sama antara pemerintah (Kementrian Sosial), pengusaha (Lippo Group), dan masyarakat (Yayasan Asih Budi).

Program sentra tersebut diadopsi oleh Kementrian Sosial dan menjadi proyek yang diujicobakan di Jakarta untuk kemudian disebarluaskan secara nasional. Workshop dan ruang kelas baru digunakan untuk unit latihan kerja (Ulaka) lanjutan dari SMK yang saat ini berjumlah 44 orang.

Program Ulaka dan workshop mempersiapkan para siswa untuk bekerja secara kelompok agar dapat memproduksi sesuatu untuk menghidupi kebutuhan mereka melalui usaha penjilidan buku, usaha menjahit, usaha tata boga, usaha cetak sablon.

Muhammad Marwan
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
43 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
50 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved