Pemerintah Gandeng Belanda dan Korea Bangun Tanggul Raksasa

Kamis, 03 September 2015 - 23:40 WIB
Pemerintah Gandeng Belanda...
Pemerintah Gandeng Belanda dan Korea Bangun Tanggul Raksasa
A A A
JAKARTA - Pemerintah menandatangani kerja sama dengan Belanda dan Korea Selatan dalam rencana pengembangan terpadu pesisir ibukota negara (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD) terkait mega proyek Giant Sea Wall (tanggul laut raksasa) di pantai utara Jakarta.

Deputi VI Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Luky Eko Wuryanto mengatakan, kerja sama dua negara tersebut dalam rangka mematangkan kelanjutan proyek.

"Dalam proyek ini Belanda akan diminta menganalisis data yang diperoleh dari survai dan studi. Sedangkan Korea Selatan menyusun studinya seperti apa. Misalnya, arus bawah laut, termasuk data untuk struktur tanah bawah laut. Belanda akan menghibahkan 8,5 juta euro, sedangkan Korea Selatan USD9,5 juta," ujarnya, usai penandatanganan letter of inten antara kedua negara yang disaksikan Menteri PUPR di Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Hasil analisis kedua negera tersebut bisa diketahui pada 2017. Selanjutnya, keputusan mengenai kelanjutan proyek NCICD akan mengacu pada data kedua negara tersebut. “Kita memberikan waktu antara 2 tahun, yaitu pada 2017 harus sudah ada keputusan mengenai kelanjutan proyek Giant Sea Wall,” ujar Luky.

Di tempat yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengatakan bahwa pematangan rencana NCICD yang dilakukan dengan Korea dan Belanda merupakan langkah maju. Dia menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah telah membangun Tahap A dari tiga tahapan yang ada.

"Nantinya, NCICD tidak hanya untuk mengamankan Jakarta dari banjir, tapi juga sebagai sumber air baku untuk masyarakat dengan menjaga kualitas air," jelasnya.

Pada Oktober 2014, melalui kerja sama dengan pemerintah Belanda, Master Plan NCICD telah diselesaikan dengan tiga tahap pembangunan, yaitu Tahap A dengan memperkuat tanggul yang ada, Tahap B dan Tahap C adalah konstruksi pembangunan tembok laut dan retensi luar kolam. Nantinya, NCICD selain untuk mengamankan Jakarta dari banjir, juga sebagai sumber air baku untuk masyarakat dengan menjaga kualitas air.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pro Kontra Giant Sea...
Pro Kontra Giant Sea Wall, Tanggul Laut Raksasa Penahan Banjir Rob
Proyek Tanggul Laut...
Proyek Tanggul Laut Raksasa Rp1.750 Triliun, Pengusaha Tunggu Imbal Hasil Pemerintah
Proyek Tanggul Laut...
Proyek Tanggul Laut Raksasa Rp1.341 Triliun Tak Kunjung Dibangun, AHY Ungkap Alasannya
Proyek Tanggul Laut...
Proyek Tanggul Laut Raksasa Rp1.750 T Dilirik Investor China hingga Korea
Viral Tanggul Raksasa...
Viral Tanggul Raksasa Pembatas Laut Muara Baru Bocor, Ini Penjelasan Heru Budi
Prabowo Cari Pramono...
Prabowo Cari Pramono Anung saat Bahas Tanggul Laut Raksasa: Selidiki Kenapa Tak Hadir
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
55 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved