Rupiah Melemah, Ekspor Bantul Terkoreksi

Sabtu, 05 September 2015 - 14:30 WIB
Rupiah Melemah, Ekspor...
Rupiah Melemah, Ekspor Bantul Terkoreksi
A A A
BANTUL - Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berdampak pada iklim industri di Kabupaten Bantul. Disperindagkop Kabupaten Bantul mencatat ada penurunan nilai ekspor sebanyak 5,11%.

Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto mengakui, paska penurunan nilai tukar rupiah terhadap USD, pihaknya mulai melakukan identifikasi perusahaan atau sektor usaha yang terdampak.

Pada Kamis (3/9), pihaknya telah memanggil 40 unit usaha kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Bantul. "Dan hari ini kami akan gelar roadshow," ujarnya.

Dalam pertemuan pertama, dari 40 unit usaha kecil dan menengah ini memang ada yang terdampak. Sektor paling terasa adalah industri garmen. Kenaikan harga bahan baku mengakibatkan adanya penurunan produksi hingga penjualan mereka.

Pihaknya mencatat, selain industri garmen beberapa industri kecil juga terdampak. Beberapa perajin batik juga mulai merasakan ada penurunan omzet paska penurunan nilai tukar rupiah terhadap USD.

Omzet dan produksi industri garmen mengalami penurunan hingga 10% dibanding sebelum ada gejolak nilai tukar rupiah. "Memang ada beberapa sektor yang mengeluhkan terdampak," paparnya.

Sulis mengungkapkan pihaknya menggandeng perbankan dan juga Prisima. Perbankan sengaja digandeng karena ada beberapa sektor usaha yang mengeluhkan perihal keuangan mereka. Jika masih ada sektor usaha yang kesulitan dalam hal mengangsur ke perbankan pihaknya memfasilitasi adanya reschedule mereka.

Sementara, jika sektor usaha tersebut mengalami kesulitan dalam hal bahan baku, pihaknya juga menggandeng Prisima yang selama ini memang dikenal sebagai penyedia bahan baku.

Meski ada wacana akan mengurangi supply bahan baku, tetapi pihaknya masih berusaha membujuk Prisima untuk berpihak kepada sector usaha mikro menengah. "Kami melakukan roadshow agar mengetahui apa saja yang bisa difasilitasi pemerintah," terangnya.

Di sisi lain, terpuruknya nilai rupiah ini tidak sepenuhnya menyurutkan warga Indonesia untuk berwisata keluar negeri terutama kawasan ASEAN. Animo masyarakat untuk berwisata ke luar negeri khususnya di ASEAN ternyata masih tinggi, tidak mengalami penurunan.

Pemilik Sarana Internusa Tour And Travel yang ada di Bantul Surya mengatakan, September setidaknya empat rombongan dari Yogyakarta dan Jawa Tengah akan berwisata ke Malaysia dan Singapura.

Terpuruknya nilai mata uang tidak saja terjadi di Indonesia namun hampir semua negara dikawasan ASEAN sehingga tidak menjadi halangan untuk berwisata ke luar negeri khususnya negara ASEAN.

"Di Malaysia nilai ringgit juga turun, di Thailand nilai bath juga turun terhadap dolar. Paket wisata sendiri perorang selama 3 hari 2 malam sebesar Rp1,5 juta di luar harga tiket PP (Pulang Pergi)," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Jeblok, Menperin...
Rupiah Jeblok, Menperin Sebut Bisa Bahayakan Industri Manufaktur
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Neraca Dagang Surplus...
Neraca Dagang Surplus Bantu Ketahanan Ekonomi dan Rupiah
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved