Jokowi Minta 2018 Indonesia Punya Kilang Baru
Selasa, 08 September 2015 - 21:34 WIB
Jokowi Minta 2018 Indonesia Punya Kilang Baru
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina menyiapkan diri untuk membangun kilang minyak, sehingga pada 2018 Indonesia memiliki kilang baru.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung usai menghadiri rapat terbatas (ratas) soal ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang dipimpin Presiden Jokowi.
"Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM dan Pertamina mulai untuk menyiapkan diri membangun kilang dan storage untuk jangka panjang, mudah-mudahan 2018 sudah terselesaikan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9/2015).
Kedua, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Menteri ESDM Sudirman Said untuk mengambil langkah agar beban kebutuhan dolar perseroan dapat dikurangi.
"Karena kebutuhan dolar Pertamina ini tertinggi dibandingkan dengan siapapun, hampir USD60-USD80 juta per hari dari data BI, maka tentunya harus ada upaya untuk mengurangi," imbuh dia.
Ketiga, terkait harga bahan bakar pesawat terbang (avtur). Jokowi menugaskan kepada Dirut Pertamina agar dapat ditekan sehingga harga bisa bersaing dengan internasional. Terlebih lagi, kebutuhan avtur Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan avtur internasional.
"Manfaatnya adalah pesawat-pesawat yang saat ini selalu transit di Singapura untuk isi bahan bakar, maka mereka nanti bisa langsung ke Indonesia. Baik dari Emirates, Qatar, Airways Etihad, dan pesawat lain yangg perjalanan panjang, terutama dari Eropa. Kalau itu bisa dilakukan, tentunya bisa berikan manfaat bukan hanya dalam dunia penerbangan, tapi juga pariwisata," pungkasnya.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung usai menghadiri rapat terbatas (ratas) soal ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang dipimpin Presiden Jokowi.
"Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM dan Pertamina mulai untuk menyiapkan diri membangun kilang dan storage untuk jangka panjang, mudah-mudahan 2018 sudah terselesaikan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9/2015).
Kedua, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Menteri ESDM Sudirman Said untuk mengambil langkah agar beban kebutuhan dolar perseroan dapat dikurangi.
"Karena kebutuhan dolar Pertamina ini tertinggi dibandingkan dengan siapapun, hampir USD60-USD80 juta per hari dari data BI, maka tentunya harus ada upaya untuk mengurangi," imbuh dia.
Ketiga, terkait harga bahan bakar pesawat terbang (avtur). Jokowi menugaskan kepada Dirut Pertamina agar dapat ditekan sehingga harga bisa bersaing dengan internasional. Terlebih lagi, kebutuhan avtur Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan avtur internasional.
"Manfaatnya adalah pesawat-pesawat yang saat ini selalu transit di Singapura untuk isi bahan bakar, maka mereka nanti bisa langsung ke Indonesia. Baik dari Emirates, Qatar, Airways Etihad, dan pesawat lain yangg perjalanan panjang, terutama dari Eropa. Kalau itu bisa dilakukan, tentunya bisa berikan manfaat bukan hanya dalam dunia penerbangan, tapi juga pariwisata," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :