Pengamat Nilai FSRU Lampung Sejak Awal Dipaksakan

Sabtu, 12 September 2015 - 17:46 WIB
Pengamat Nilai FSRU...
Pengamat Nilai FSRU Lampung Sejak Awal Dipaksakan
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean menilai bahwa Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Lampung sudah sejak awal dipaksakan.

Dia mengatakan mangkraknya FSRU Lampung sudah diprediksi sejak awal. Karena, Lampung sejatinya bukan daerah industri atau pun tujuan industri.

"Jadi FSRU Lampung ini memang dipaksakan. Kita tidak pernah tahu, mengapa tiba-tiba dipindahkan ke Lampung. Padahal ketika itu Pertamina sudah melakukan feasibility study. Padahal di Sumatera Utara, banyak industri yang bisa menyerap gas dari FSRU Belawan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (12/9/2015).

Ferdinand pun meminta, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) membuktikan komitmen awal untuk menyalurkan gas ke 14 industri dan tiga pembangkit listrik di Lampung. Adapun industri tersebut antara lain Hotel Aston Lampung, PT Garuda Food Putra Prima, PT Gizai Utama, Novotel Lampung, PT Coca Cola Amatil, dan PT Nestle Indonesia.

Sedangkan tiga pembangkit listrik yang dimaksud adalah Sri Bawono, Sutami, dan Tarahan. "Nyatanya bagaimana? Tidak satupun yang mempergunakan gas dari FSRU Lampung. Bahkan PLN akhirnya kembali mempergunakan solar dan batu bara, karena tidak adanya kesesuaian harga," lanjut dia.

Dengan adanya kasus tersebut, dia berharap PGN dapat kembali fokus pada sektor hilir, dan tidak memaksakan diri di sektor hulu. Jangan hanya tergiur keuntungan besar, kemudian merambah bisnis yang tidak dikuasai.

"Akibatnya bisa fatal. Lihat saja bursa efek, harga saham mereka terjun bebas dan mengalami auto reject di bawah 10%," tandasnya. (lly)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved