Yen Menguat terhadap USD, Rupiah Dibuka Merosot

Senin, 14 September 2015 - 10:12 WIB
Yen Menguat terhadap...
Yen Menguat terhadap USD, Rupiah Dibuka Merosot
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka merosot di tengah menguatnya yen terhadap USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.340/USD. Posisi ini merosot 108 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.232/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.334/USD. Posisi itu terkoreksi 8 poin dari posisi penutupan akhir pekan lalu di level Rp14.326/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.322/USD, melemah 16 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.306/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.326/USD dan pada pukul 10.00 WIB berada pada level Rp14.331/USD. Posisi tersebut terdepresiasi dibanding dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.322/USD.

Sementara USD, euro dan yen sedikit berubah pada awal perdagangan di Asia karena investor menunggu hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) mengenai waktu menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade.

Euro sedikit berubah menjadi 1,1342/SD, setelah menguat 1,8% pada pekan lalu. Terhadap yen, USD melemah ke 120,65, sementara terhadap euro berada di 136,80.

Bahkan data China yang mengecewakan gagal mempengaruhi pasar, seperti pertumbuhan investasi dan produksi pabrik China pada Agustus yang bakal meningkatkan risiko bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu berada di bawah 7% pada kuartal III tahun ini, kali pertama sejak krisis keuangan global.

"Data produksi industri China dan investasi aset tetap yang melemah tetap mempengaruhi dolar Australia dan Selandia Baru, tapi pasar menantikan hasil pertemuan Fed," kata analis di ANZ Bank, seperti dilansir dari Reuters, Senin (14/9/2015).

The Fed akan mengadakan pertemuan selama dua hari pada 16-17 September dan pasar masih menebak apakah bank sentral akan menaikkan suku bunganya pada bulan ini atau memilih untuk melakukannya pada Desember atau awal tahun depan.

Dolar Australia terakhir diperdagangkan di 0,7084/USD, mendekati penutupan akhir pekan lalu di New York. Itu tidak jauh dari posisi 6,5 tahun di 0,6892/USD.

(Baca: Penguatan Rupiah Butuh Konfirmasi Sentimen Positif)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
29 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved